Episode 25

982 Words
Serly memeluk reyhan yang sedang duduk di kursi kerjanya, “sayang, aku bangga dengan mu” ucap serly sambil mencium pipi reyhan “makasi ya” reyhan tersenyum “aku fikir kamu melakukan ini karena masih dendam dengan alex” jelas serly Reyhan hanya tersenyum. “sayang, kamu tahu , semua yang kamu lakukan sudah menyelamatkan orang lain, dan membuat alex menanggung semua perbuatan nya” tambah serly “ia sayang” “ya udah kita tidur yuk, udah malam ni” ajak serly “ia” ************* author pov  Dara dan serly baru saja selesai memeriksa beberapa pasien. Mereka duduk di ruang istirahat sekedang meminum kopi. “ser, aku gak nyangka ya si alex itu melakukan banyak sekali kejahatan, sudah tidak bertanggung jawab atas anaknya, malah mau menjualnya, kini melakukan malpraktik, untung ya ser, kamu gak berjodoh dengan dia” jelas dara yang sedari tadi ngomel sendiri “udah-udah jangan bahas dia lagi” tambah serly “ya, ya… aku gak bahas lagi deh” ungkap dara “oya , dar, aku hari ini boleh nebeng pulang gak bareng kamu?” tanya serly “loh reyhan kemana, kok gak jemput?” “dia lagi ke luar kota dar, tadi pagi berangkatnya” jelasnya “ooh , gitu, ya udah oke, nanti kabari aja” pinta dara “sip” Beberapa jam kemudian, dara dan serly pun beranjak dari rumah sakit, mereka menuju ke parkiran mobil. Sambil bercanda dan tertawa bersama serly dan dara pun berangkat pulang. Di tengah perjalanan mereka tiba-tiba di hadang oleh segerombolan orang yang tidak di kenal. Serly dan dara sangat panik. Mereka ketakutan ketika beberapa dari orang yang tidak di kenal itu berusaha memukul kaca mobil dan menyuruh serly dan dara untuk turun. “hai , turun kalian, cepat turun” perintah seorang pria berbadan besar Serly dan dara benar-benar begitu ketakutan, serly meraih telponnya dan berusaha menelpon reyhan. “hallo mas,….tolong kami” teriak serly “kamu kenapa ser?” tanya reyhan panik “aku dan dara di hadang beberapa orang tidak di kenal mas, tolong kami” “ser , jangan keluar, cepat  telpon polisi” Tiba-tiba serly dan dara terperanjat ketika kaca mobil dara di pecahkan oleh beberapa pria, dara dan serly di seret keluar, telpon serly terjatuh ke bawah. Reyhan masih menelpon dan semakin panik, ketika suara serly sudah tidak menjawab, dan hanya terdengar jeritan dari serly dan dara saja. “ser, dar, kalian kenapa?” reyhan berteriak-teriak, namun suara serly dan dara sudah tidak terdengar oleh reyhan lagi. “lepaskan” teriak serly Mata serly di tutup, tangannya di ikat. Serly merasa sedang di bawa masuk ke dalam sebuah mobil dan di bawa ke suatu tempat yang begitu jauh. Bahkan suara dara pun tidak terdengar oleh serly lagi. ******** dara pov “serly, serly …….” Dara berteriak ketika melihat serly di seret beberapa pria berbadan besar masuk ke dalam sebuah mobil. Dara menangis histeris, dia buru-buru menuju ke mobilnya dan mengambil telpon serly yang masih menyala, dan terdengar suara reyhan yang masih memanggil-manggil nama serly “hallo reyhan,….tolong serly” dara menangis sejadi-jadinya “serly kenapa dar?” tanya reyhan yang sudah sangat panik “serly, di culik rey, tolong serly, “ “oke, aku akan pulang sekarang juga, sekarang kamu tenang, kamu telpon polisi dulu” jelas reyhan “oke , “ Dara pun menelpon polisi, beberapa menit kemudian mobil polisi sudah berada di lokasi kejadian. Dara di minta untuk membuat laporan ke kantor polisi. Setelah sampai di kantor polisi, dara menceritakan kronologi kejadian nya kepada pihak berwajib. Tapi sayangnya dara tidak melihat nomor plat mobil yang membawa serly, karena waktu itu dara sempat di pukul orang yang menculik serly, hingga pandangan dara sedikit kabur. Yang dara ingat hanya wajah dari beberapa orang yang  menculik serly. Akhirnya menurut menuturan dara, akhirnya sketsa wajah penculik itu akhirnya selesai juga. Dalam beberapa jam kemudian reyhan akhirnya sampai ke kantor polisi dan bertemu dengan dara. “dar, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya reyhan semakin panik “rey, serly rey, serly di culik” dara menangis sejadi-jadinya “cerita sama aku, kenapa ini bisa terjadi” Dara akhirnya menceritakan kronologi kejadian itu kepada reyhan.  reyhan pun sangat marah. Dia memukul meja yang ada di hadapannya “kurang ajar, kalau sempat terjadi sesuatu kepada istriku, aku tidak akan memaafkan pelakunya, tidak akan”kemarahan reyhan semakin memuncak Pengacara reyhan menunjukkan sketsa wajah penculik kepada reyhan “maaf pak, sketsa wajah ini bisa kita gunakan untuk menangkap pelaku” jelas pengacara itu “ia , pak. Tolong sebarkan sketsa wajah itu, bila ada yang menemukannya saya akan memberi dia imbalan yang setimpal” jelas reyhan pada pengacaranya “baik pak, akan saya lakukan” Selesai membuat laporan, reyhan pun mengantar dara pulang kerumahnya. Tante sandra dan buk maysa, sangat shock mendengar kabar kalau serly di culik. Sandra menangis histeris hingga dia pingsan tidak sadarkan diri. Buk maysa juga merasa sangat sedih, menantu kesayangannya harus mengalami pristiwa yang sesulit ini. “rey, kamu harus menemukan istrimu nak” ucap bik maysa sambil menangis “ia ma, aku sudah meminta bantuan pihak kepolisian untuk membantu, tapi besok pagi aku juga akan terus mencari “ jelas reyhan “ia sayang , tolong temukan dia” tambah ibu maysa “ini semua salah reyhan ma, kalau saja reyhan tidak pergi keluar kota, ini semua tidak akan terjadi” tak terasa air mata reyhan menetes, dia sangat mengkhawatirkan keadaan serly. Rasa penyesalan terus menghantui reyhan. mata nya tidak tertejam sedikit pun hingga pagi hari. Keadaannya sangat kacau, dia sangat bersedih. Dia tidak bisa kehilangan wanita yang sangat dia cintai. Begitu juga dengan sandra, dari tadi malam, setelah sadar dari pingsannya, dia terus menangis hingga matanya sembab dan sangat bengkak. Kesedihan mereka sangat luar biasa, mereka belum sanggup apabila terjadi sesuatu kepada serly. Mereka sangat mencintai dan juga menyayangi serly dengan sepenuh hati. ***************
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD