Bab 14. Sakit dan Hilang

2062 Words

Axello menuntaskan sesapan kopinya. Ia melihat sosok Chelsa berjalan cepat menuju gerbang. Gadis itu menunduk dan sepertinya sangat terburu-buru. Axello berlari, mencegatnya di depan. Kepala Chelsa menumbuk dada Axello. Keduanya sama-sama mengaduh. “Chelsa, Chelsa, tunggu, tunggu,” Axello merentangkan tangan untuk mencegah Chelsa melewatinya. “Kita harus bicara, Chel. Please, beri aku kesempatan sebentar saja, ya?” Wajah Chelsa memerah. Ia sama sekali tidak menyangka akan melihat Axello di sini, di depan kampusnya. Axello pasti mendengar kabar dari Mira bahwa ia sudah mulai kembali meneruskan kuliah. Chelsa menggeleng. “Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku tidak mau berhubungan denganmu dalam bentuk apa pun lagi. Tolong, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya. M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD