Amira merasakan tubuhnya sakit saat perlahan membuka matanya dan melihat langit-langit kamar yang berwarna putih. Ada perasaan aneh yang menyelimutinya ketika tidak merasakan apapun lagi di perutnya. Amira terbangun dan mengedarkan pandangannya. "Amira," Mama mertuanya yang tadinya duduk di sofa dengan beberapa lembar kertas di tangannya langsung bangkit berdiri dan menghampirinya, "Bagaimana keadaanmu sayang?" "Anakku, Mam," lirih Amira. Lisa tersenyu,. "Mereka baik-baik saja. Kalian akan segera bertemu. Saat ini mereka sedang di bawa jalan-jalan." "Jalan-jalan?" Lisa mengangguk seraya membetulkan letak selimut Amira, "Bagaimana perasaanmu? Apa Mama harus panggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu?" "Aku haus." Lisa tersenyum lalu mengambilkan segelas air putih dan membantu Amira

