" AAAAAA!!! " Teriakkan nyaring bergema memenuhi kamar hotel yang sudah di pesan khusus untuk pengantin baru.
" Kenapa sayang? kenapa " Tommy tercengang saat melihat kamar yang ia hias seindah mungkin kini terlihat mengerikan.
Cairan merah berceceran di lantai dan di atas kasur terdapat manekin yang memakai gaun pengantin dengan noda darah, tak hanya itu, foto-foto menempel serta bertebaran di mana-mana.
Narina mengambil foto di atas meja, matanya membulat tak percaya. Ia berbalik menatap suaminya tajam
" Kenapa " Tanya Tommy seraya menghampiri istri nya
" Maksud kamu apa hah!! kamu selingkuh dari aku!? " teriak Narina emosi, hatinya mendidih panas saat melihat foto Tommy tengah berciuman di sebuah cafe
Suaminya mendadak gagap seketika, ia menggeleng membantah tuduhan itu " I---itu bukan aku "
Narina memukul keras dadanya " Terus ini apa! " Murka nya semakin memanas
" Ini pasti ulah Luzel, dia gak rela aku nikahin kamu! " ujar Tommy " Sayang, please jangan kepancing. Sekarang tuh semuanya udah canggih, foto kaya beginian udah pasti hasil editan "
Emosi Narina berhasil menurun dengan beberapa kata dari laki-laki yang teramat sangat ia cinta
" Aku bakal bales dia berkali-kali lipat! awas aja " bisik nya penuh dendam
Sementara itu di apartemen paling atas dari gedung mewah, seorang perempuan dengan piyama hitam serta segelas wine di tangan nya, tengah berdiri menatap perkotaan yang padat. Bibir merah nya mengukir senyuman sinis.
" Ini baru permulaan, kalian harus membayar mahal untuk setiap rasa sakit ku " bisik nya, penuh dendam dan kebencian
*****
Pagi kembali menyingsing, jarum jam menunjukkan pukul 9 pagi. Tak biasanya perempuan pemalas yang gila harta dan suka foya-foya itu sudah bangun dari kasur lembut nya.
Ia mengoleskan lipstik merah cerah di bibirnya, kemudian tersenyum manis menatap pantulan dirinya yang amat sangat cantik
" Gak ada waktu buat nangis nangis Luzell " Gumam nya pada diri sendiri sambil merapihkan rambutnya
" Hah! "
" Wajah secantik dan seimut ini harus kalah sama muka topeng monyet? dasar laki-laki buta, miskin, jelek, nggak tau diri nggak tau di untung, muka kaya kerak bumi--- argh!! " Luzell mendadak kesal saat mengingat perselingkuhan Tommy
Detik berikutnya ia kembali sedih " Masa muka secantik ini, setajir ini di selingkuhin " Ia menangis tanpa air mata " Harga diri ku hancur!! Mamahh " Seru nya tak terima
Seperti nya Luzell memiliki dua kepribadian, mood nya berubah begitu cepat seperti saat ini ia kembali tersenyum-senyum genit sambil mengagumi kecantikannya
Tok... tok... tok
Luzell menoleh ke pintu" Masuk " instruksi nya
" Selamat pagi yang kesiangan Nona besar ku " Ujar laki-laki berwajah tampan dengan senyuman manis
" Kamu nyindir aku, hah? " balas Luzell sinis
" Engga, engga nyindir " Sahut Asisten nya---Randy
" Ayo, kita harus kasih hadiah buat pangantin baru, kan? " Randy mendadak kebingungan " Ki---kita kerumah tua? "
Luzell menatap nya malas " Terus? ke hotel tempat mereka berkembangbiak, gitu? " balas nya sinis
" Baiklah Nona, ayo " sahut Randy kemudian mengambil tas kecil putih berharga milik Luzell
Tidak butuh waktu lama untuk tiba di rumah milik leluhur Northen, sesampainya di sana Luzella langsung melangkah masuk dengan wajah arogan dan kaca mata hitam yang bertengger di hidung nya----menambah kesan jahat dan tak tersentuh.
Suara sepatu tinggi nya bagaimana irama melankolis yang memenuhi rumah itu.
" Ngapain kamu ke sini!! " Hardik Dewi yang hendak menyuap roti panggang nya.
Luzella melempas kacamata nya dan memberikan nya ke Randy dengan gerakan elegan khas bos muda. Ia menarik senyum sinis sebelum duduk di kursi makan
" Loh, ini kan rumah aku jadi bebas dong mau ke sini atau nggak " Sahut nya tengil
Dewi berusaha menahan amarahnya setelah apa yang terjadi kemarin.
" Mulai hari ini posisi wakil direktur aku yang pegang "
William serta istrinya sontak membulat kan mata bahkan Dewi langsung menyambar " NGGAK! ITU PUNYA NARINA "
" HEH! " Luzella melotot tajam " Sejak kapan istri ilegal berani ngatur hah!! "
" Aku pewaris Northen dan aku yang berhak ngatur semuanya!! " Sembur Luzella membuat Dewi tergagap
" Pah " Jurus merengek nya keluar saat tidak bisa lagi melawan putri sah keluarga Northen
" Kamu kenapa tiba-tiba mau terjun ke urusan kantor? bukan nya selama ini kamu lebih suka diem di rumah dan foya-foya " Ujar William menatap putri nya lekat lekat
" Itu kan dulu! udah saatnya aku ambil alih semua yang harusnya jadi milikku "
" Jangan aneh-aneh Luzella! Mama tau kamu pasti masih dendam gara-gara kejadian kemarin kan. Gimana kalo Ma-" Ucapan Dewi terhenti saat Luzella mengangkat tangan nya
" Excuse me, who are you? Mama? " Tawa tengil nya terdengar " Mamaku udah meninggal kalo mau gantiin sana di kuburan "
Wajah wanita pertengahan 40 tahun itu menghitam, tubuhnya bergetar pelan menahan lonjakan darah yang mendidik ke ubun-ubun.
" Papah nggak setuju, mending kamu jalanin hidup kaya dulu tanpa ikut campur urusan perusahaan. "
" Ck! Emang nya aku nggak tau rencana busuk mu. Setelah usia ku 30 tahun kalian akan mengambil seluruh aset dan saham ku setelah itu menendang ku keluar dari keluarga ini! jangan mimpi "
Itu hanya dugaan Luzella yang mungkin akan menjadi kenyataan mengingat bagaimana kejam nya mereka saat di pernikahan nya kemarin.
" Aku nggak butuh persetujuan Papah. Dengan saham Kakek dan Nenek di tambah Mamah seharusnya Northen milik aku. Yakan? "
William terdiam, wajahnya tenang bagaikan air namun sorot matanya melebihi amukan badai yang menerjang ladang rumput.
" Baiklah kalo kamu maksa. Tapi ada peraturan di perusahaan yang harus kamu selesaikan. Kalo kamu mau berebut posisi dengan Narina, maka kamu harus buktiin ke para investor dan pegang saham yang lain kalo kamu layak dan berhak untuk posisi itu "
Luzella mengangguk tanpa ragu kemudian ia beranjak dari duduknya dan kembali memakai kacamata hitam nya kemudian berlenggang angkuh keluar dari rumah itu.
Dewi berdecak kesal ia menaruh kasar sendok nya, nafsu makannya menghilang di gantikan dengan emosi yang meledak-ledak.
" Kamu kenapa izinin dia ke perusahaan sih!! Emang dia bisa lebih baik dari Narina " Serunya tak terima
" Kamu tenang aja, Narina tetap yang terbaik karena aku tau gimana kapasitas otaknya Luzella "
Dewi tak lagi menyahut namun di balik dinding Luzella mendengar semuanya. Matanya memanas merah saat hatinya teremas kuat, ayah kandungnya sendiri tega mengatakan hal yang begitu menyakitkan untuk nya.
" Kalaupun ku mati, aku tetap akan menghancurkan kalian " Gumam nya kemudian berlenggang pergi menyusul Randy.
******
Siang ini di ruangan wakil direktur Northen tech company tengah menjadi tontonan seru bagi para pegawai. Pasalnya pemilik ruangan lama mengamuk tak terkendali saat Luzella menyingkirkan seluruh barang-barang nya.
" CUKUP LUZELLA!! AKU NGGAK AKAN BIARIN KAMU NGAMBIL JABATAN AKU!! " teriaknya kesetanan hingga suaranya pecah bagaikan kaca
Luzella tetap tenang duduk di atas meja kebanggaan Narina. Ia menunjukkan barang yang tak di suka dan langsung di buang oleh pesuruh nya
" LUZELLA!! "
Narina kesetanan ia menarik lengan Luzella hingga hampir terjungkal namun Luzella dengan sigap mendorong nya
Suara rintihan terdengar dari Narina yang tersungkur di lantai. Tanpa bantuan ia bangkit sendiri, wajahnya memerah menahan malu dan sakit.
" Aku bakal aduin ke Papah!! "
" Aduin aja, aduin sampai mulut mu berbusa dan kita liat siapa yang akan di bela! " Suara nya begitu tenang namun dingin dan menusuk
Narina mengeram tertahan kemudian menangis sejadi-jadinya untuk meminta simpatik dari para pegawainya
" Aku tau kak, dari awal kamu nggak suka sama aku dan Mamah. Kamu selalu takut aku rebut barang-barang kamu dan kamu selalu nuduh aku maling. Tapi aku nggak pernah jahatin kamu, selama ini aku kerja buat bantu Northen sementara kamu si pewaris malah foya-foya dan hidup enak nerima hasil "
" Iya lah! bedain mana anak pelakor sama anak sah. Masa iya anak pelakor sama bahkan ibunya bukan istri SAH berharap bisa hidup enak " Seloroh Luzella tanpa memikirkan asumsi orang-orang
Narina melangkah mendekatinya namun Luzella kembali mendorong nya tidak kencang tapi tiba-tiba Narina menjatuhkan dirinya sendiri.
" AKH!! KAKI KU " Jeritnya seolah kakinya hancur
" Oh! Kaki mu sakit ya. Okey, aku buat tambah sakit! "
Seketika Narina pias dan menarik kakinya jauh-jauh dari Luzella
" Dasar ratu drama! kalo kamu mau fitnah aku bakal aku buat kamu ngerasain sendiri sakit nya!! "