bc

๐š‚๐™ด๐™ฟ๐™พ๐šƒ๐™พ๐™ฝ๐™ถ ๐™ฒ๐™ธ๐™ฝ๐šƒ๐™ฐ ๐™ป๐™ฐ๐™ถ๐™ธ

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
dark
family
time-travel
kickass heroine
drama
sweet
lighthearted
serious
office/work place
small town
like
intro-logo
Blurb

๐™™๐™ช๐™– ๐™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ก๐™–๐™ก๐™ช, Agnes telah dijanjikan sebuah hal manis oleh pria yang telah bersamanya. Selama kurang lebih dua setengah tahun, akan tetapi janji manis di hari itu hanya bulshit belaka, Agnes di tinggalkan begitu saja setelah keperawanannya direnggut oleh pria berumur 23 tahun itu, dengan selisih dua tahun dari Agnes. Agnes merasa sangat rapuh dan dikhianati setelah mempercayai dan mengikuti semua keinginan Roy-pria yang dianggap baik selama ini. Roy adalah obat penenang dari semua kegalauan Agnes tentang keluarganya, tetapi sekarang semua sudah jelas, kalau Roy juga tidak mencintai Agnes. Ia hanya memanfaatkan tubuhnya yang seksi untuk memuaskan nafsu bej*tnya. Kejadian itu benar benar menghancurkan Agnes, ia mulai merasa cinta bukan takdir yang tepat untuknya. Sejak dua hari yang lalu, Agnes menyadari ia tidak punya alasan untuk mencintai siapapun atau di cintai siapapun......

chap-preview
Free preview
Jalang itu aku atau ayahku?
SATU Terlihat warung yang sepi disertai angin halus menyejukkan. Terlihat tetesan air dari tanaman yang tidak jauh dari pohon mulai menggenangi kubangan tanah. Latar mulai fokus mengarah ke bagian dalam warung yang di dalamnya, terlihat wanita berparas cantik dengan raut jengkel tampak tukar pesan dengan seseorang di layar handphone. adegan beralih ke isi pesan wanita berparas cantik dengan bulu mata yang lentik itu. "Sayang...ayok...penetrasi doang kok... janji ga sampai HS" ucap Roy merayu Agnes melalui pesan di sebuah aplikasi chat. "Apaan sih kamu, gaaaa! " balas Agnes sambil menahan amarah. "Ouh...kamu gitu ya sama aku nes, aku udah nurutin banyak keinginan kamu....dengerin semua curhatan dan keluh kesah yang teman kamu aja ga sanggup dengerin semuanya.... karena kepanjangan hahaha" balas Roy "dih kok kamu perhitungan ! dasar cowok..." balas Agnes masih kesal "kamu udah ga sayang sama aku ?" ucap Roy agak manipulatif "ga gitu... ihhh.... kamu apa sih..." balas Agnes makin jengkel "hihihi, iya..iyaaa...bentar lagi aku nikahin kok.... dan aku bakal bawa lembaran baru yang indah dalam hidup kamu, yang ga pernah kamu rasain di masa lalu....." ucap Roy sambil terus merayu Agnes dengan kata kata romantis. "hmmm....manis omonganmu, awas ya kamu bohong...." balas Agnes mulai tersenyum sinis "kapan aku bohong sama kamu nes.... " balas Roy "BTW uhmmm, ayok dong yang itu.... aku lagi pengen yang.....buktiin kalau kamu juga sayang sama aku...." balas Roy lagi "hmmmm...ok tapi sebatas penetrasi..." balas Agnes "well makasih yggg...kamu emang terbaik....aku jemput kamu selesai jaga warung ya..." balas Roy "iya, tapi ingat ya syang, kamu punya janji bahagiakan aku....titik" balas Agnes "haruskah aku bikin lagu tentang janji manis buat kamu, biar kamu percaya? " Roy "hmm boleh tuh sayang wkwk" balas Agnes Suasana di warung terlihat begitu sepi, fokus latar kembali ke kubangan lumpur yang makin membesar karena terus di tetesin air. "TIMELINE MUNDUR 10 TAHUN LALU" Kala itu Agnes berusia 11 tahun, duduk di bangku kelas 5 SD, telah mengalami pertumbuhan yang baik, berparas cantik dan cukup sensual untuk anak seumurannya. temen-temen Agnes terkadang iri dengan tampang dan parasnya yang terlihat paling cantik di kelas tersebut. Agnes juga terbilang anak yang berbakat dalam bidang koreografi dan ilustrasi, Agnes juga pintar dalam berbicara dan bersosialisasi. semuanya terlihat baik-baik saja sampai saat itu. "TIMELINE MAJU BEBERAPA BULAN" ibarat kata pepatah " Panas setahun dihapus hujan sehari "kehidupan Agnes mulai berubah drastis semenjak Ratna-ibu yang selalu menyayangi Agnes di vonis mengalami pendarahan otak hebat karena pecahnya pembuluh darah akibat kelelahan. Semenjak suaminya di PHK dan tidak mau berusaha mencari pekerjaan lain. Ratna terpaksa berjualan gorengan dan jaga warung untuk menghidupi Agnes. "TIMELINE RUMAH SAKIT SEKILAS" terlihat di ruang tunggu rumah sakit di sebelah lorong UGD dimana ibunya berada, Agnes menangis terisak-isak memakai baju sekolah dengan nafas turun-naik cemas akan kondisi ibunya. Agnes disana tidak sendirian, dia ditemani ayahnya. terdengar langkah kaki dokter yang membuat nafas Agnes semakin tak terkendali, dokter itu tampak ingin mengajak bicara ayah Agnes empat mata, terlihat dari gerakan tangan yang ditujukan ke ayah Agnes. Agnes melihat dokter itu dengan wajah ketakutan beserta air mata yang terus membasahi pipinya. Ayah Agnes langsung memahami maksudnya dan menuju ke arah dokter. Dokter terus menggiring pria berusia 38 tahun itu. Langkah kaki demi langkah kaki terus terdengar di sepanjang perjalanan. Diikuti Pak Haris yang terus mengikuti langkah kaki dokter hingga membawanya ke suatu ruangan. "Dengan bapak Haris suami dari pasien, benar ?" dokter bertanya dengan nada serius "iya, saya suami pasien, bagaimana kondisi istri saya pak?" balas pak Haris "saya berharap ada keajaiban ketika dokter bedah terbaik kami melakukan operasi...., namun takdir berkata lain.. maaf pak istri bapak tidak bisa diselamatkan lagi, karena pendarahan yang begitu hebat... " balas dokter "AYAH YANG SERIUS KALAU NGOMONG, JANGAN BERCANDA!!!!" teriak Agnes saat ayahnya menyampaikan semua yang telah disampaikan dokter. "SLEEP;#&" ayahnya menampar Agnes yang sedang teriak sembari mengatakan " JANGAN TERIAK DI TEMPAT UMUM!! itu emang sudah takdir ibumu " Dokter yang kebetulan masih mendampingi bapak Haris mengatakan "sudah, dia masih anak-anak belum cukup dewasa" sembari melerai dan memenangkan Agnes yang masih terisak-isak. "TIMELINE BEBERAPA HARI SETELAH PEMAKAMAN" tampak depan rumah Agnes sangat sederhana dengan kondisi atap bocor yang belum di perbaiki, di dalam rumah Agnes hanya terdapat dua kamar dengan kamar mandi dan ruang tamu yang kecil. di samping kiri menuju ruang tamu terlihat sebuah ruangan dimana Agnes masih murung dan belum memulihkan nafsu makan. ia belum mau beraktivitas hanya menyandarkan tubuhnya di dinding kamar yang retak sambil meratapi kejadian semalam. Sedangkan ayahnya, saat ini berada di rumah temennya di desa tetangga. Tampak sedang judi sabung ayam dan menganggur seperti biasa. "TIMELINE BEBERAPA MINGGU SETELAH PEMAKAMAN" terlihat saat malam hari, Agnes menghampiri ayahnya yang sedang malas-malasan di sofa ruang tamu sembari mengatakan "Ayah SPP ku udah nunggak nih, kalau aku ga bayar sampai bulan depan, ga bisa ikut ujian" kata Agnes dengan nada panik. "yaa gimana ya.. pintar-pintar kamu lah sekarang, gimana cara ngumpulin duit, sekarang ayah ga punya... " balas ayahnya dengan nada malas. "yahh.. serius dong, bantu.. kali ini aja" balas Agnes kembali. "kamu itu gimana, udah tau miskin masih juga sok sekolah" balas ayahnya "ibu yang nyuruh aku sekolah yah, dan dia yang membiayai aku sampai ke titik ini, ga mungkinkan aku nyerah gitu aja? " balas Agnes "lancang kamu! kamu masih hidup sampai sekarang karena uang hasil kerja keras ayah sebelum di phk" balas ayahnya "sampai kapan yah?, udah tiga tahun ayah ga nafkahin keluarga!! " balas Agnes dengan tegas "kamu yang harusnya kembali nafkahin orang tua, bukannya nyusahin terus-terusan! " balas ayah dengan nada meninggi Agnes perlahan meninggalkan ayahnya sembari menuju ke kamar dan menyembunyikan isak tangis serta kerapuhan hatinya. "ini berat bu....aku kangen" ucap Agnes dalam hati lima menit kemudian ayahnya mengetuk pintu secara spontan dan membuat Agnes yang sedang terbaring di kasur tipis dan kusam itu kaget seketika. "ayah mau ngehasilin uang, sini bantu ayah berjualan di desa tetangga" ucap ayahnya ke Agnes Agnes dengan senang hati ingin membantu ayahnya, dan langsung bersiap-siap tanpa pikir panjang hari sudah malam. sesaat kemudian, ayahnya memanaskan motor bebek keluaran lama dan bersiap pergi ke desa tetangga bersama Agnes. saat dalam perjalanan Agnes mulai kepikiran dan kebingungan, jualan apa yang di lakukan saat malam hari. " Yah, jualan apa sih ?" ucap Agnes penasaran " bentar lagi sampai " balasnya Agnes kebingungan, dia pikir ayahnya akan jaga di warung atau semacamnya, justru ayahnya datang ke rumah seseorang yang tidak ia kenali. terdengar langkah kaki pak Hartono yang kemudian membuka pintu rumahnya tersebut, desain rumah pak Hartono minimalis dan sederhana dengan halaman yang terlihat tidak asing, karena itu adalah halaman tempat judi sabung ayam yang biasa dilakukan ayah Agnes dan pak Hartono. Pak Hartono dengan lemah lembut menyambut kedatangan Agnes dan pak Haris, ia menghampiri mereka dan mempersilahkan mereka masuk. "masuk ke dalam aja ris" ucap pak Hartono lemah lembut "iya Tono hehe" balas pak Haris "ayo kamu juga ikut masuk" ucap pak Haris ke Agnes dengan sopan dan ramah. "uhmmm" balas Agnes masih bingung sesampainya di ruang tamu pak Hartono, langsung menyuguhkan minuman dan menyuruh mereka duduk di tikar yang telah disediakan. "silahkan di minum ris, dan dek Agnes..." ucap Hartono Agnes duduk sambil memperhatikan ruangan sekitar dan agak bosan, karena ia pikir ayahnya akan berjualan. setelah beberapa saat pak Hartono duduk di hadapan mereka berdua. "Kau bayar utangmu RIS!!" dengan nada marah Agnes kaget karena perubahan suasana yang tiba-tiba "Hahaha pencandu si*lan, mood mu gampang berubah" balas Haris "anak jal*ng, bayar hutang mu udah nunggak satu minggu" balas Tono masih serius "kalau anak ini kau pakai, hutangku langsung lunas kan? " balas Haris Agnes ga paham maksudnya dan masih sangat kebingungan, tapi perasaannya mulai ga enak. "Yakin kau? boleh bangat..." ucap Tono sembari mendekat ke arah Agnes "Dek..sini duduk di pangkuan om" ucap Tono sambil mendekat perlahan. Agnes langsung takut dengan nafas naik turun dan spontan teriak. "Arghhhh!!!!" teriak Agnes Tono mulai menyentuh pundak Agnes untuk menenangkannya dahulu. "Tenang dek, gapapa sama om" ucap Tono "Jangan sentuh, ihh" balas Agnes sambil menepis beberapa kali hingga puncaknya Agnes menggigit tangan Tono. "ARGHHHH!" teriak Tono kesakitan karena Agnes menggigitnya sekuat tenaga. "Dasar jalang" ucap Tono sambil mendorong dan memukul Agnes di bagian wajah. Agnes kesakitan sambil memegang pipi mungilnya sembari menahan isak tangisnya. Pak Haris seolah tak terjadi apa apa setelah melihat putrinya dianiaya dan hendak diperkos*, dia justru dengan santainya menyalakan rokok. Tono mendekat ke Agnes yang tengah memegang pipi, dan langsung memegang payudar*nya. "Ahhhhh!!! pergi!!!!!jauhhhhh!!!!" ucap Agnes sambil melawan, tapi tubuh mungilnya tidak berdaya setelah di tindih pak Tono. Di sana Tono mulai membuka bajunya dan akan memperkaosnya. "Tolong buk" ucap Agnes yang kelelahan dan pasrah, diikuti dengan fokus scene yang berganti ke tetesan air kran. Tetesan itu perlahan menggenangi sebuah ember tua. tik..... tik.... tik.... SCENE MENDADAK BERGETAR DIIKUTI RETAKAN YANG BERUBAH MENJADI PECAHAN-PECAHAN KACA. Lalu fokus latar mulai mengarah ke salah satu serpihan kaca, yang dimana arah latar terus memasuki potongan kaca itu. Di dalamnya terlihat jelas adegan sekilas Agnes curhat dengan Roy tentang masa lalunya. "Jadi kurang lebih gitu Roy..., bagaimana ayahku yang jalang itu menjual ku, huhuu..... " ucap Agnes sambil menangis di pangkuan Roy-pacarnya. Orang satu-satunya selain ibunya yang dia percayai tulus mencintainya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
318.4K
bc

Too Late for Regret

read
358.0K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.8M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
151.8K
bc

The Lost Pack

read
468.0K
bc

Revenge, served in a black dress

read
158.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook