Orang itu tak menghiraukan pertanyaan Samuel dan tidak menatapnya sama sekali. Namun, tersenyum menatap Anna.
“Hai Anna, bagaimana kabarmu?” tanya orang itu, seolah-olah mengacuhkan keberadaan Samuel di sana dan mengajak bicara Anna yang berdiri tidak jauh di belakang Samuel.
“Tuan Jacob.” Anna mengerutkan keningnya, bingung dengan situasi ini, kenapa Tuan Jacob bisa berada di sini?
Melihat itu Samuel menaikkan alisnya keheranan, kenapa Tuan Jacob mengenal Anna dan berani sekali tua bangka ini mengabaikannya?
Samuel melangkah sedikit menjauhi pintu. Tuan Jacob memberi jalan untuknya kemudian mereka bertatapan. “Apa kau baru saja mengabaikanku Tuan Jacob?” tanya Samuel dingin.
“Ah Sorry, Sam. Aku sangat merindukan Anna, sudah lama kami tidak bertemu. Aku tidak bermaksud seperti itu,” ucap Tuan Jacob seraya tersenyum.
Anna melangkahkan kakinya keluar, mendekati kedua pria berbeda generasi di depannya. “Tuan Jacob apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Anna.
“Aku investor produk iLite, apa Samuel tidak memberitahumu? Wah, kau sangat cantik. Bagaimana dengan penata rias yang aku bawa, kau suka?” Tuan Jacob memandang lekat penampilan Anna yang seksi dan menawan. Mata pria paruh baya itu berbinar senang. Ia sangat menyukai sosok Anna dari pertama kali mereka bertemu beberapa tahun lalu.
“Ah, begitu. Aku suka. Terima kasih banyak Tuan Jacob. Suatu kehormatan untukku.”
“Kau benar-benar tidak berubah, masih secantik dan semenawan sejak terakhir kali kita bertemu,” puji Tuan Jacob.
“Kau terlalu memujiku, Tuan Jacob,” balas Anna dengan rendah hati.
“Kau pantas untuk dipuji.” Tuan Jacob sama sekali tidak memalingkan pandangannya dari Anna.
Samuel yang menyaksikan interaksi keduanya merasa risih, apalagi tatapan yang diberikan Tuan Jacob pada wanita yang berstatus istrinya membuatnya curiga dengan pria paruh baya itu. Pantas saja Tuan Jacob begitu mudah menyetujui Anna menggantikan posisi Angela, ternyata mereka telah saling mengenal sebelumnya.
“Ehem … hem ….” Samuel berdehem, menarik atensi dua orang di depannya.
“Tuan Jacob jika kau tidak tahu, biar kuberitahu sesuatu. Wanita yang sedari tadi kau puji ini adalah Istriku,” tekan Samuel.
“Ha ha ha Samuel kau tenang saja, aku tahu dan tidak akan merebutnya darimu.” Tuan Jacob tertawa kecil sambil menepuk-nepuk pelan pundak kiri Samuel.
“Kami memiliki hubungan erat dulu, dia hampir saja menjadi menantuku. Sayangnya, Anna tidak berjodoh dengan Harry. Padahal aku sangat menyukainya,” imbuhnya. Seketika wajah Anna berubah sendu. Dia sedikit tak enak hati setiap mengingat Harry, mantan kekasihnya.
Samuel tidak pernah tahu, bahwa untuk menikah dengan pria itu dan berusaha menjadi istri yang baik untuk mengambil hati suaminya, Anna bukan hanya mengorbankan karir modellingnya, dia juga terpaksa memutuskan hubungannya dengan Harry. Pria yang begitu mencintainya. Namun sayang ia terpaksa terikat dalam suatu pernikahan dengan pria kasar seperti Samuel.
Samuel menaikkan alisnya dan tersenyum sinis. “Well … itukan dulu. Aku rasa kau harus menjaga pandangan dan sikapmu. Tidak perlu berlebihan pada wanita yang sudah bersuami, bukan?” sindir Samuel pada Tuan Jacob kemudian mata biru tajamnya kembali menatap Anna.
“Anna, pemotretan kedua sebentar lagi dimulai. Kau sebaiknya berganti pakaian sekarang. Aku ingin hasilnya secepatnya berada di tanganku.”
Setelah mengatakan itu, Samuel melangkahkan kakinya meninggalkan Tuan Jacob yang mengatupkan rahangnya menahan emosi, sementara Anna tersenyum mendengar ucapan Samuel yang mengakuinya sebagai istri di depan orang lain. Pipinya seketika merona merah tersipu. Dan dalam sekejap sikap kasar Samuel beberapa menit sebelumnya terlupakan begitu saja.
***
“Ahh … eumphh … Sam …,” desahan Zoya menggema di kamar apartemennya. Mata sayunya menatap mata biru Samuel yang tengah menggerakkan tubuh di atasnya.
Samuel masih terus mengerang seraya mengejar klimaksnya saat sebuah wajah mendadak membuyarkan konsentrasinya.
“s**t!” umpat Samuel sambil melepaskan penyatuan mereka dan melempar tubuhnya di samping Zoya.
Zoya mengerutkan keningnya terkejut dengan gerakan tiba-tiba Samuel. “Ada apa, Sayang? Kenapa berhenti? Kau belum sampai …,” tanya Zoya sambil merengkuh pinggang Samuel dan mendongakkan kepalanya menatap wajah gusar kekasihnya itu.
Samuel memijat pelipisnya yang pening dan menghela napasnya kasar. “Anna, dia tiba-tiba saja menjadi BA iLite. Ternyata dia seorang model. Semalam dia meminta izinku untuk kembali bekerja. Aku mengizinkannya agar kami tidak sering bertemu. Tapi, tiba-tiba dia ada di lokasi pemotretan untuk iLite. Ini benar-benar membuatku gila!”
‘Dan penampilannya, kenapa dia begitu berbeda, dan kenapa aku malah membayangkannya?’ lanjut Samuel dalam hati. Padahal sebelumnya … jangankan memikirkan Anna, menyebut namanya saja Samuel sangat benci.
Zoya mengatupkan rahangnya kuat, ternyata wanita bodoh itu yang mengganggu pikiran kekasihnya.
Zoya menggeram dalam hati. ‘Berani sekali kau memikirkan wanita lain saat bersamaku, Sam.’
Zoya memasang wajah tenang dan berkata, “Ah pantas saja wanita itu begitu bodoh dan murahan, ternyata pekerjaannya pun murahan, seorang model … yang bekerja dengan mempertontonkan tubuhnya. Pasti dia sudah tidur dengan banyak pria. Apa orang tuamu mengetahui itu? Kenapa mereka malah mengangkat w************n sepertinya menjadi istrimu?”
Samuel memikirkan ucapan Zoya. Namun, hati kecilnya tidak begitu setuju. Bahkan ia saja tidak pernah berhubungan badan dengan Anna, mana ia tahu Anna masih perawan atau tidak. Samuel juga tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, ia hanya tidak menyangka bayangan Anna malah hadir saat dirinya sedang melampiaskan hasrat dengan kekasihnya. Namun, untuk menyenangkan hati Zoya, Samuel mengiyakan saja ucapannya.
“Ya, kau benar. Entah apa yang mereka lihat dari wanita bodoh itu. Sudahlah lupakan, aku malas membahasnya.”
“Yasudah, kita lanjutkan lagi, hum?" tanya Zoya sambil mengelus d**a bidang dengan otot-otot liat favoritnya itu.
“Nanti saja, kepalaku pening. Aku ingin tidur dulu sebentar,” jawabnya berbohong. Sebenarnya hasrat Samuel tiba-tiba saja hilang. Namun, dia tidak sampai hati berbicara yang sejujurnya pada sang kekasih.
“Baiklah … tapi bolehkah aku meminta sesuatu sebelum kau tidur?” tanya Zoya.
“Apa?”
“Aku ingin datang di acara anniversary orang tuamu minggu ini.” Mendengar itu, mata Samuel yang sudah terpejam sontak membelalak, terkejut dengan permintaan sang kekasih.
“Apa maksudmu? Kau ingin hubungan kita diketahui orang tuaku? Mereka bisa memisahkan kita kembali,” cecar Samuel.
“Kau tenang saja, aku akan melakukan penyamaran. Aku hanya ingin ada di hari peluncuran produk barumu. Aku ingin mendampingimu di saat-saat penting, meski tidak duduk disampingmu,” ucap Zoya dengan sedih.
Samuel menghela napasnya berat. Tidak tega melihat kesedihan di wajah kekasihnya. “Baiklah, aku akan menyiapkan satu undangan untukmu. Tapi, kau harus janji menyamar dengan baik, oke?”
“Oke, aku janji. Terima kasih, Babe.” Zoya yang sangat senang keinginannya dipenuhi langsung mengecup bibir dan memeluk tubuh Samuel dengan erat.
Setidaknya dia bisa menggunakan kesempatan ini untuk memberi sedikit pelajaran pada Anna, wanita yang telah merebut posisinya dalam keluarga Aston di acara nanti.