02 ; bertepuk sebelah tangan

1249 Words
✧・゚: *✧・゚:* Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, namun leana masih sibuk dengan tumpukan materi sejarah di hadapannya, "Na, Pulang yuk, ' Ajak Meyra dengan wajah lelah. Leana masih fokus berkutat dengan tugas di hadapannya. " Duluan aja Mey, tugasnya kurang sedikit, nanggung kalo ga di selesaiin" Meyra menguap lalu mengangguk, "Gue duluan ya Na, kalo lo udah sampe rumah, chat gue" Leana balas menatap Meyra lalu tersenyum, "siap Nyonya!!" Meyra beranjak keluar dan menuju ke parkiran, sedangkan Leana kembali melanjutkan aktivitasnya. 20 menit berlalu... Leana menyeka keringat yang menetes di pelipisnya. "Hufft selesai juga", tanganya mengecek jam tangan berwarna pink cerah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. " Pukul 14.48 " Buru buru Leana merapikan kembali semua bukunya dan memasukannya ke dalam tas. Kakinya melangkah keluar kelas dan menuju ke parkiran, "Loh, motor siapa? " Gumamnya ketika melihat sebuah ninja berwarna putih di depannya, Seingatnya tadi, anak anak sudah kembali ke rumah masing-masing sejak setengah jam yang lalu, dan hanya tersisa dirinya dan beberapa anak ekskul yang sedang latihan. Leana memilih mengabaikan dan kembali melangkah menuju halte bus depan sekolahnya. Sembari menunggu taksi yang lewat, Leana menyumpalkan headset sambil memutar lagu favoritnya. Selang beberapa waktu, sebuah motor ninja berwarna putih berhenti tepat di hadapannya, mengalihkan atensi Leana yang tengah menikmati lagu favoritnya. "Loh, ternyata motor ini punya Regas?" Regas membuka helmnya. "Belum pulang Na? " Leana menggeleng, "lagi nungguin taksi lewat, kamu sendiri kenapa belum pulang? " "Ada rapat OSIS bentar" Leana membulatkan mulutnya, baru saja ia lupa kalau sahabat masa kecilnya ini adalah seorang wakil ketua OSIS. "Mau pulang bareng? " Tawar Regas. Leana menggeleng, "nggak usah hehe, nanti ngrepotin kamu, mendingan aku naik taksi aja, bentar lagi juga lewat" Regas terkekeh, "Lo lupa siapa gue Na?, gue Regas, sahabat masa kecil lo, yaa mana mungkin lo ngrepotin gue Leaaaaa,udah ayo bareng gue ajaaa", Regas mengacak puncak kepala Leana dengan gemas. Leana meringis, " Jangan ngebut tapi ya" "Siap tuan putriii!! " Regas menyodorkan sebuah helm berwarna putih kepada Leana. Leana menerima helm itu dan langsung memakainya, ketika Leana hendak naik ke atas motor Regas, sebuah mobil berwarna merah berhenti tepat di depan motor Regas, pergerakannya terhenti kala melihat siapa yang turun dari mobil itu, "Nggak di sekolah, nggak di luar sekolah, masih aja ganjen ke cowok orang!! " Haura turun dari mobil tersebut yang disusul oleh kedua sahabatnya, menatap Leana dengan tatapan sinis. "Kalo dasarnya emang ganjen, ya bakal seterusnya kayak gitu " Sambung Gita. "Pantes aja ga laku, hobinya aja ngrebut cowok orang, ups! " Tambah Rachel sambil berpura-pura menutup mulutnya menggunakan tangan, seolah olah tidak sengaja mengucapkan kalimat yang ia lontarkan. Leana tersenyum menanggapi mereka bertiga, ia sudah biasa diperlakukan seperti ini. "Jaga mulut kalian, dia sahabat masa kecil gue anjing!! " Tukas Regas geram. Leana mengusap pelan lengan Regas, "udah gas gausah diurusin, udah biasa mereka kayak gitu" "Ohh sahabat masa kecilllll, terus ntar gedenya apa? Teman hidup? " Ucap Haura yang disambut gelakan tawa dari kedua sahabatnya, "Cuzz girls, cabut!! " Haura membalikan badan dan kembali masuk ke dalam mobilnya disusul oleh kedua sahabatnya, Regas mengelus dada istighfar, "Nggak greget lo Na, sama kelakuan mereka? " Leana tersenyum simpul, "udah biasa gas, udah ayo buruan pulang" Leana kembali menaiki motor Regas. Setelah memastikan Leana naik ke motornya, Regas menyalakan mesin dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. ✧・゚: *✧・゚:* "Makasih ya gas tumpangannya", Leana kembali menyerahkan helm putih yang ia pakai dan mengucapkan terimakasih kepada Regas. Regas tersenyum manis. " Santai aja,apasih yang enggak buat Lea nya agass", ucap Regas setengah bergurau. Leana terkekeh, ia masih ingat betul dengan Regas yang suka sekali memanggil dirinya dengan sebutan Lea semasa kecil dulu. "Yaudah, gue duluan ya Na, nitip salam buat mamah Viona" Leana menganggukan kepalanya, "iyaa, nitip salam juga buat bunda Evelyn " Regas balas mengangguk, "byee,Leaaa", dan melakukan motornya meninggalkan Pekarangan rumah Leana. " DAAHHH AGASSSS!!! " Leona melambaikan tanganya pada motor Regas yang sudah hampir menjauh. Leana melangkahkan kakinya memasuki rumahnya, tampak seorang wanita paruh baya tengah menyambut kedatanganya dengan mengukir senyuman hangat untuknya. "Assalamu'alaikum mah, ", Ucap Leana dengan sopan sembari menyalami tangan Viona, ibunya. " Waalaikumsalam, dianter siapa hm? " Balas Viona sembari mengusap sayang kepala putrinya. "Regas mah, tadi nggak sengaja dia lewat terus nganter Nana" Viona membulatkan mulutnya, lalu terkekeh. "Mamah kira pacar kamu tadi. " Leana mengerucutkan bibirnya. "Mamah ihh kebiasaan" Viona tertawa kecil, " Udah sana masuk, ganti baju, terus makan, Mamah udah masak kari ayam kesukaan kamu" Mata Leana berbinar lalu mengangguk, Leana melangkahkan kakinya memasuki kamarnya, dan menuruti apa yang baru Viona katakan. ✧・゚: *✧・゚:* Genan merebahkan tubuhnya pada kasur king size miliknya. Ntahlah, dirinya merasa sangat lelah hari ini, ia ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum menepati janjinya untuk ke club malam ini bersama dengan ketiga sahabatnya. Baru saja ia ingin memejamkan matanya, sebuah notifikasi masuk ke benda pipih di samping tempat tidurnya. Hauraharley : Nan, besok malem nonton yuu<3 Genan menghela nafas. Seingatnya baru minggu kemarin ia dan Haura menonton bioskop bersama, dan sekarang Haura kembali mengajaknya. Genan tak ingin memperpanjang masalah, ia mengirim persetujuan pada Gadisnya itu. Genanalvarez : Nee bby. Genan kembali meletakan ponselnya di atas nakas, dan kembali mengistirahatkan tubuhnya sejenak untuk melepas penat. ✧・゚: *✧・゚:* Seusai makan malam, Leana mendudukan dirinya di balkon kamarnya, Menikmati hembusan angin malam yang menerpa lembut kulit wajahnya. Leana bersenandung kecil. Mungkin ku tak akan bisa Seperti dirinya Yang mampu membuatmu Merasa sempurna Mungkin ku tak akan mampu Wujudkan pintamu Mencoba 'tuk mengerti Apa yang kau cari Inikah yang pantas aku dapatkan? Terus tenggelam dalam kesepian, kesendirian Kini ku terluka Kembali terluka Saat menyadari Cintaku bertepuk sebelah tangan Bertepuk sebelah tangan Leana mengakhiri lagunya dengan seulas senyuman pahit, mengingat perlakuan Genan padanya membuat hatinya berdesir ngilu. Leana sudah mengungkapkan perasaannya pada Genan jauh sebelum Genan dan Haura berpacaran. Namun, Genan secara terang terangan menolaknya. Sebuah tepukan ringan menyadarkan Leana dari lamunan. "Ngelamunin apa hm? " Tanya Leon, kakak kandung dari Leana. "Abang? E-mm enggak apa apa kok " Leon duduk di samping Leana. "Pasti Genan kan? " Leana meringis, "hehe" "Abang sejak kapan kesini? " "Barusan, lo Abang panggil nggak nyaut, Abang kira udah tidur, ternyata malah ngelamun ga jelas disini" Papar Leon "Maaf bang, Nana ga denger" Leon mengangguk, "masih suka sama Genan? " Tanya Leon sembari menatap wajah adiknya Leana mengangguk sambil tersenyum kecil. Leon menghela nafas, "sampe kapan Na lo masih nyimpen buat cowok brengsek kayak dia? " Leana melotot menatap sang kakak. "Genan nggak jahat kok kak, dia baik aslinya,cuma ya belum buka hati aja buat Nana" Ucap Leana meyakinkan, meski ada setitik sorot luka di matanya. Leon memejamkan matanya sejenak, "Abang cuma ga mau lo dilukai terus sama Genan Na" Leana tersenyum mengusap lengan Leon. "Abang ga usah khawatir, Nana baik baik aja kok, Kalo Nana emang udah capek, Nana bakal menyerah sendirinya, abang tenang aja" Leon kembali menghela nafas panjang, mengusap lembut surai Adiknya, "Abang percaya sama Nana, tapi, sekali abang liat Genan nyakitin Adek abang ini lagi, Abang ga bakal tinggal diam" Leana tersenyum melihat betapa posesif nya Leon terhadap dirinya ketika Genan akan menyakiti dirinya. Leon menarik Leana ke pelukanya, menenggelamkan kepala sang adik ke dada bidangnya, Leana membalas pelukan Leon erat. "Nana nggak janji, kalo Genan nggak bakal nyakitin Nana lagi ", batin Leana. ✧・゚: *✧・゚:*
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD