Senja menatap rumah mereka dengan perasaan campur aduk. Bunga-bunga yang biasanya menghiasi halaman depan rumah mereka kini sudah layu dan nyaris mati. Pagar bambu yang mengelilingi areak sekitar bahkan mulai terlihat menyedihkan. Senja nyaris lupa kalau dia sudah sangat lama tidak mengunjungi rumah ini—rumah tempatnya dibesarkan sebelum dia memutuskan tinggal sendiri dan meninggalkan orang tuanya. Senja menarik pagar bambu yang mengeluarkan bunyi berdenyit dan masuk ke pekarangan rumah mereka. Senja mengedarkan pandangan. Area perumahan mereka tampak sunyi. Senja bertanya-tanya dalam benaknya, bagaimana cara Mawar membawa orang tuanya ke tempat ini tanpa menarik perhatian banyak orang? Pintu kayu terawat dengan keset ‘welcome’ tepat di depannya adalah hal pertama yang menyambutnya. Seny

