Happy Reading! Keadaan berubah menjadi kacau. Apalagi kepala Arvind mengeluarkan darah akibat pukulan dari bibinya sendiri. "Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Rossa bingung. Ia khawatir namun juga merasa bingung karena calon menantunya kini terlihat panik mengobati luka Arvind. "hiks lukanya tidak mau berhentii" ucap Ayyara terisak. Ia sudah beberapa kali mengganti kapas. Arvind meringis lalu menarik Ayyara kepangkuannya. Keduanya hanya berpakaian seadanya. "Tidak papa. Tidak sakit." ucap Arvind menenangkan dan jelas itu bohong karena kini kepalanya pening luar biasa. Mungkin karena banyak darah yang keluar. Seluruh keluarga yang ada di sana hanya diam. Mereka belum tahu apa yang terjadi dan untuk bertanyapun rasanya tidak tepat. Tidak lama, Juwita datang bersama dokter Wahid. Bel

