Mami

1152 Words

Flora mendongak setelah turun dari boncengan. Sepertinya akan hujan. Meskipun tidak terlalu gelap, langit tampak muram. Awan-awan kelabu mulai merapat. Jika semuanya berkumpul di satu tempat, kemungkinan hujan bisa saja terjadi. “Nggak masuk dulu? Mau hujan sepertinya?” Flo bertanya saat Jovan menarik lengannya supaya lebih dekat. Cowok itu melepaskan tali helm sebelum melepasnya dari kepala Flora. “Langsung balik saja, deh. Besok jangan kesiangan lagi. Lapar, kan?” “Nggak mampir ke rumah? Mending tidur di rumah deh kalau hujan begini daripada sendirian di kos-kosan.” Wajah Flo terlihat khawatir. Biar bagaimanapun Jov belum sembuh benar. Jika dia tidak sengaja menyenggol perut cowok itu, Jov akan meringis. Tidak seperti sedang kesakitan, sih, hanya saja hal itu cukup menjadi bahan untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD