5. BAD DAY?

1174 Words
~~~~~ Zoe dapat bersantai menikmati hari liburnya hari ini. Zoe dapat melupakan sejenak pekerjaannya serta wajah Daffin yang begitu menjengkelkan tapi membuat Zoe selalu ingin melihatnya. "Apa yang ku lakukan hari ini?.." ".. Hm? Shopping? Atau--- Suara notification dari ponsel Zoe menampilkan sebuah pesan dari Daffin. "Ke atas sekarang, ada pekerjaan buatmu! Cepat! Sekarang!" Zoe menggerutu kesal menatap pesan Daffin yang masih menyuruhnya kerja di hari libur. Tapi, Zoe juga tidak dapat memungkiri kalau ia juga senang karena dapat melihat Daffin hari ini. Zoe menuju Apartement Daffin yang berada satu lantai dari Apartementnya. Zoe memencet bell dan tanpa menunggu lama pintu terbuka. Zoe masuk dan mendapati Apartement Daffin yang sangat berantakan, berbeda dengan beberapa hari yang lalu ia masuk saat Daffin sakit. "Apa ini? Apa ada pencuri yang masuk? Kenapa berantakan sekali?" Zoe menatap sekelilingnya dengan semua barang yang tidak pada posisinya. "Jangan banyak tanya! Bantu saja Aku membereskannya" "HA??!! Pekerjaan yang kau maksudkan, ini?" Zoe menunjuk satu per satu barang yang berada di hadapannya. "Ya! Dan kau tau, kan? Aku orang yang sangat rapi dengan semua yang harus tertata dengan baik. Jadi, semua posisi barang ini harus dengan perintahku. Kau paham?" Daffin menatap Zoe yang masih tidak percaya kalau ia harus membersihkan Apartementnya. "Astaga Daffin!!!" Batin Zoe berteriak. "Jadi, kau menyuruhku membersihkannya dan memindahkan barang ini sesuai dengan perintahmu? Kenapa tidak kau sendiri saja kalau semua harus mengikuti kemauanmu.. " "Aku tidak mungkin membereskannya sendiri, Nona Hy---" "Lalu kenapa kau membuatnya seperti ini, kalau kau tidak bisa membereskannya kembali?" Zoe masih tidak menerima Daffin yang menyuruhnya membereskan kekacauannya yang di buatnya sendiri. "Kau ini cerewet sekali! Kerjakan saja apa yang ku perintahkan!" "Kau bisa menyuruh orang lain membereskannya, kan?" "Aku tidak suka kalau ada orang yang masuk dalam Apartementku!" "Lalu Aku ini apa? Bukan orang, maksudmu?" Zoe mengepal tangannya dengan kesal. Menahan gejolak amarahnya yang meronta ingin bebas dari dirinya karena ucapan Daffin. Daffin memijit pelipisnya menatap Zoe yang masih berdiri di hadapannya. "Zoe... Kau terlalu banyak tanya! Lakukan saja semuanya!.." Zoe terkejut saat Daffin kembali memanggil dengan nama 'Zoe'. Nama yang seharusnya Daffin ucapkan sejak pertemuannya kembali. "Ambil itu, dan simpan di pojok sana" Ucap Daffin menyuruh Zoe memindahkan sebuah pajangan klasik miliknya. Zoe kembali menuruti ucapan Daffin tanpa penolakan sama sekali. Kerja sama yang di lakukan keduanya membuat Apartement Daffin kembali terlihat seperti semula dengan tatanan yang sedikit berbeda. Hampir seharian Zoe berada di Apartement Daffin, hari libur yang berharganya berhasil di renggut. Zoe terkulai lemas di atas sofa berwarna putih milik Daffin. Zoe menatap Daffin yang sama sekali tidak memiliki konstribusi dalam perbaikan Apartementnya. Karena sejak tadi Daffin hanya sibuk memberikan perintah ini dan itu pada Zoe. Mata Zoe terasa berat karena seharian mengangkat barang yang terbilang ringan hingga berat membuat punggungnya terasa sakit. Tanpa sadar Zoe tertidur di atas Sofa milik Daffin. Daffin yang menyadari hal itu.. kemudian berjalan mendekat pada Zoe, menatapnya dengan tarikan senyum di sudut bibirnya. Daffin menatap Zoe lama, menyingkirkan perhelai rambut Zoe yang menutupi wajah cantiknya. "Kau masih cantik seperti dulu... " Daffin tersentak saat tubuh Zoe bergerak saat Daffin tidak sengaja menyentuh pipinya. Jantung Daffin seperti akan berhenti berdetak karena gerakan tubuh Zoe yang secara tiba-tiba. Raut wajah panik terlihat jelas di wajah Daffin membuatnya beringsut mundur dengan kondisi Zoe yang masih tertidur pulas. Daffin yang ingin memperbaiki posisi tidur Zoe yang terlihat pegal, tapi mengurungkan niatnya. Karena takut Zoe akan terbangun dan melihatnya. Suara ponsel Zoe berdering membuat dirinya tersentak bangun dari tidurnya dan menatap sekelilingnya. "Yeah... Halo?" "Dimana kau? Apa kau sedang tidur?" "Siapa ini?" "Apa kau tidak menyimpan nomorku? Dasar anak ini.. Aku ibumu. Sekarang kau dimana? Aku berada di Apartementmu! Cepat buka pintunya!" Zoe terkejut melihat kembali siapa yang menelponnya dan ternyata benar, itu adalah nomor Ibunya, Ny. Kenisha. Daffin yang juga ikut terkejut menatap Zoe dengan ekspresi bingung. "Apaaaa??? Hm... Baik, tunggulah disitu" "Apa maksudmu tunggu disitu? Kau dimana? Apa---" Zoe panik mematikan panggilan Ibunya dan beranjak dari sofa dengan tergesa-gesa. "Ada apa? Siapa yang menelponmu?" Daffin terlihat kepo dengan sikap Zoe yang terkejut karena panggilannya. "Ibu ku ada di bawah, di Apartementku. Aku harus kembali. Bye!" Zoe secepat kilat berlari meninggal Daffin dan menuju lift. Ny. Kenisha masih berdiri menunggu Zoe di depan Apartementnya. "Mom?" Ny. Kenisha berbalik dan mendapati Zoe yang baru saja keluar dari lift. "Dari mana kau, Zoe? Apa kau---" Lift kembali terbuka dan menampakkan sosok Daffin yang baru saja keluar dari dalam lift. "Halo.. Ny. Kenisha" Daffin tersenyum menatap Ny. Kenisha. "Oh.. Daffin. Apa Apartementmu juga berada di gedung ini?" "Hm.. Yeah. Oh, ya. Tadi Zoe berada di Apartementku, dia membantu membereskan barang-barangku" Langkah Daffin semakin dekat pada Ny. Kenisha dan Zoe. "Ah... Kau baru pindah?" "Ah... Hm, Yeah" Daffin yang sedikit terkejut dengan ucapan Ny. Kenisha mengiyakannya agar tidak terlalu banyak pertanyaan untuknya. "Oh seperti itu.. Aku fikir Zoe mabuk dan kehilangan otaknya lalu salah masuk ke Apartement orang lain" Balas Ny. Kenisha tertawa menatap wajah putrinya lalu kembali pada Daffin. Daffin tersenyum tipis menatap Zoe. "Sudahlah! Kau bisa kembali, Tn--hm Daffin." Zoe menarik tangan Ibunya agar masuk ke dalam Apartementnya. Tapi, Ny. Kenisha malah mengajak Daffin masuk yang membuat Zoe mau-tidak-mau harus menerima Daffin masuk ke dalam Apartementnya. Daffin yang tidak bisa menolak ajakkan Ny. Kenisha melangkahkan kakinya untuk pertama kali masuk ke dalam Apartement Zoe. Berbeda dengan tampilan Apartementnya, Apartement Zoe lebih berantakan dari Apartement Daffin yang tadi sedang ber-beres. Zoe menutup kedua matanya berjalan dengan malu membereskan satu per satu yang harus ia bereskan. "Zoe! Kau belum saja berubah. Kenapa Apartement seorang gadis berantakan sekali!" Ny. Kenisha ikutan malu dengan keadaan Apartement putrinya. "Aku tidak ada waktu membersihkannya, waktuku habis untuk pekerjaan dan hal yang bukan urusanku! ..." mata Zoe tertuju pada Daffin dengan menegaskan kembali kata-katanya. "... Bahkan hari liburku tidak berlaku dan sekarang kau datang mengunjungiku, Aku jadi tidak bisa beristi---Awwww!!!" Ny. Kenisha memukul kepala Zoe karena terlalu banyak bicara dan menggerutu. Daffin tanpa sadar menertawai aksi lucu Zoe dan juga Ibunya. "Ohiya... Daffin, bagaimana Zoe di kantormu? Apa dia menyusahkan mu?" "Tentu saja tidak! Dia yang menyusahkanku!" Kedua pasang mata Daffin dan Zoe bertemu. "Hm.. Aku tidak mungkin memberitahu Anda, kalau Zoe sangat---" "Apa dia sangat menyusahkanmu?" Ny. Kenisha menatap garang pada putrinya. "Oh tidak. Dia sangat baik dan penurut. Dia sudah belajar banyak hal untuk perusahaan" Daffin kembali tersenyum pada Ny. Kenisha. Raut wajah Daffin sangat berbeda saat menatap Zoe dan Ny. Kenisha. Di depan Ny. Kenisha ia dapat memperlihatkan ekspresi yang begitu hangat dan lembut, berbeda saat matanya bertemu dengan Zoe. Aura menyeramkan akan terbentuk dari dirinya. "Apa yang sudah ku pelajari? Hanya mengambil kotak makan siang dan melihatnya tertawa-tawa dengan Jennifer! Apa itu hal yang harus di pelajari dalam perusahaan?" Batin Zoe sambil menatap sinis ke arah Daffin. Ny. Kenisha tampak puas dengan jawaban Daffin soal putrinya. "Benarkah? Aku sangat berterima kasih padamu, karena kau sudah mau membantu Zoe, Daffin" Ny. Kenisha tersenyum menatap Daffin yang sedang menyeringai menatap Zoe. "Kau berhutang terima kasih padaku, Nona Hyledd" Daffin berbisik kecil ke arah Zoe. "Dan Kau berhutang banyak permintaan maaf padaku, Tn. Kyler! *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD