Amira masih terus saja terisak. Ia benar-benar tidak bisa pisah dari anaknya terlalu lama. Apa pun akan Amira lakukan, asalkan Arka bisa kembali lagi ke dalam pelukannya. Saat pintu kamar terbuka, Amira berdiri dan bergegas menghampiri pintu tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat melihat Clara yang menyembul dari balik pintu. "Clara." Gumam Amira begitu pelan. "Hay Mir. Gimana kabar kamu? Baik?" Tanya Clara dengan tersenyum. "Clara, kamu disini? Tolong aku! Anakku dibawa sama dua pria. Tolong aku Clara." Ucap Amira sambil menggoyangkan tangan Clara. "Ssssttt… anak kamu lagi tidur. Jangan berisik ya!" Ucap Clara dengan menaruh jari telunjuknya di depan bibir. "Kamu tau dimana mereka sembunyikan Arka? Kasih tau aku Clara, aku mau ketemu sama anakku!" Mohon Amira. "Jelas aku tau Amir

