Hari-hari yang dilalui oleh Santi dan Arman memang terasa begitu berat. Setelah pindah kembali ke rumah lama Arman, keduanya merasa seolah-olah terus dibayang-bayangi oleh masa lalu yang suram. Meskipun demikian, keberadaan Mandala, putra kecil mereka, menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan yang membuat mereka tetap bertahan. Setiap kali Santi melihat senyum Mandala, seolah-olah semua masalah seketika sirna. Arman pun merasakan hal yang sama. Mandala adalah pengingat bahwa di tengah segala cobaan yang mereka hadapi, masih ada alasan untuk terus berjuang. Pagi ini, saat sinar matahari mulai masuk melalui jendela kamar mereka, Arman sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Namun, berbeda dari hari-hari biasanya, raut wajahnya terlihat murung dan penuh beban. Ia tidak terlihat seperti

