192

977 Words

Heran sekali dengan Irsyad yang tiba-tiba merajuk seperti anak kecil kehilangan permennya. Dia marah dan berteriak lalu mematikan ponsel di depan wajahku. Dia bilang dia tidak akan merelakan aku bahagia jika tidak hidup bersamanya. Ah, kurasa dia benar-benar sudah kehilangan kewarasan. Mungkin kepergian Elsa membawa serta akal dan pikiran Mas Irsyad. Namun di sisi lain aku juga khawatir padanya jika saja ia berbuat nekat atau bunuh diri, aku pasti akan disalahkan secara moral. Kupencet tombol nomor ibu mertua, yang jarak rumahnya sedikit jauh dari resto Mas Irsyad. Aku akan meminta salah seorang untuk ke sana dan memeriksa keadaannya. "Halo, assalamualaikum, Ibu." "Iya walaikum salam, apakah kamu Aisyah?" "Iya, ini aish, Ibu." "Ada apa aish?" "Mas Irsyad menelpon, tapi dia sepertin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD