Kembalinya Sang Pahlawan

1968 Words

“Ini peringatan terakhir dariku. Pergilah ke makam Profesor dan lakukan permintaan maaf secara terbuka di depan media. Lalu akuilah semua perbuatanmu dan juga semua yang kau ketahui tentang Organisasi hitam ke pihak militer.” Suara Sierra terdengar dingin membeku. “Ka-kau gila! Kau benar-benar ingin menghancurkanku?!” Jasmine menjerit panik dan juga ketakutan. “Seharusnya kau bersyukur aku masih memberikanmu kesempatan.” Sierra menatap sinis Jasmine dari atas sambil melipat kedua tangannya di depan d*da, membuat kerah kemejanya sedikit tersingkap. Jasmine yang masih terduduk di lantai, menajamkan matanya dan terus memperhatikan garis leher Sierra yang terbuka. Tanda merah kebiruan? Jasmine terkekeh pelan dan makin lama menjadi tawa terbahak-bahak. Perlahan Jasmine bangkit dari dudukny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD