Ahya Kak Fath tampak tidak tenang akhir-akhir ini. Sepertinya ada yang mengena dengan pikirannya. Jujur saja, dia memang bisa menjadi menjengkelkan. Tapi saat ini, reaksi di wajah dan tubuhnya belakangan ini seperti dia mempunyai sebuah masalah besar. Sayangnya, dia tidak mau bercerita. Setelah sholat Isya berjama'ah, kak Fath langsung kembali ke kamarnya. Aku merasa ada yang janggal, tapi aku beranggapan dia sibuk dengan tugas. Dia orang kuliahan kan? Om Herman, om ku, yang dulu ku kira adalah ayah ku, kembali sibuk dengan urusan beliau, sementara kak Akhoros sudah tidak ada di rumah. Dan sekarang, aku harus menemani Rizky di kamar, sebuah pekerjaan yang biasanya di kerjakan kak Fath. "Rizky! Jangan main di kasur!" Teriak ku melihat Rizky loncat-loncat di atas kasur favo

