Bab 114-2

709 Words

Di sebuah kamar yang disiapkan khusus, Adrian berdiri di ambang pintu. Tatapannya tertuju pada gadis di hadapannya. Tempat yang ia pilih bukanlah rumah pribadinya, melainkan sebuah hunian yang ia anggap aman. Lingkungannya tenang, dikelilingi udara yang bersih dan asri—cukup jauh dari hiruk-pikuk yang bisa mengganggu pikiran. “Iya, Om,” jawab suara itu lembut. “Aku sudah lama nggak masuk. Aku nggak mau ketinggalan pelajaran, Om.” Kakinya melangkah mantap setelah mengenakan jas sekolah. Tas yang ia jinjing langsung diambil oleh Adrian. “Oke,” ucap Adrian pelan. “Saya akan jaga kamu, Kania.” Gadis yang kini tampak jauh lebih segar itu mengembangkan senyumnya. Tidak ada lagi raut pucat dan ketakutan yang biasa melekat. Wajahnya terlihat lebih hidup. Auranya bahkan tampak berbeda. Ia terl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD