bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Kakak Angkat

book_age18+
64
FOLLOW
137
READ
HE
arranged marriage
kickass heroine
heir/heiress
blue collar
tragedy
loser
lucky dog
detective
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

“Ayah, Nuri tidak bisa menikah dengan Abang Razi dan tidak akan mungkin! Bagaimana perasaan kak Salma kalau kami menikah yah?”

“Kamu harus menikahi Nuri Razi, agar ayah bisa menimang cucu sebelum ayah meninggal. Kesehatan ayah sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Semakin hari semakin parah, jadi tolong mengertilah nak. Ayah juga akan tenang dijaga oleh kamu kalau ayah sudah tidak ada nanti.”

Kehidupan bahagia seorang gadis yatim piatu setelah diangkat menjadi putri di keluarga seorang Kiai dermawan bernama Abdullah, lenyap seketika saat dirinya harus menikah dengan abang angkatnyayang bernama Razi atas permintaan ayahnya agar Nuri bisa membalas budi atas kebaikan yang telah merawat Nuri serta menjadikan putri di keluarga mereka selama 12 tahun ini.

Tidak hanya sampai disitu, Razi Abangnya yang dulu sebelum menikah adalah sosok yang baik, perhatian, sangat peduli bahkan memperlakukan gadis itu seperti seorang Princess berubah drastis. Ia menjadi cuek, pendiam, tidak peduli dan memperhatikan Nuri lagi. Puncaknya setelah malam panas yang mereka lakukan karena tekanan, Razi tidak lagi mengunjungi Nuri sekalipun sampai empat bulan lamanya. Akibatnya Nuri memutuskan untuk pergi tanpa pamit kepada suaminya itu, kerena merasa sangat sepi, sedih diperlakukan seperti orang asing.

Bagaimanakah akhirnya kisah mereka setelah tanpa sengaja Razi bertemu lagi dengan Nuri? Akankah dia mencintai dan merindukan Nuri, atau malah membenci karena ditinggalkan tanpa pamit?

chap-preview
Free preview
Bertemu Sosok Malaikat Penyelamat

Siang itu tepat pada pukul satu siang, panti asuhan al-barokah dikunjungi oleh seorang donatur tetap yang selama 10 tahun terakhir selalu menyumbangkan sebagian hartanya ke panti asuhan tersebut. Donatur itu bernama Abdullah, laki-laki paruh baya berumur sekitar 60 tahun. Beliau mempunyai usaha tambang emas, peternakan, biogas, serta lain sebagainya. Kekayaannya sangat berlimpah namun sikapnya sangat dermawan, tidak pelit harta, rajin bersedekah membantu yang membutuhkan. Ia juga pemimpin pesantren di salah satu kota Jawa yang sangat terkenal.

Berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya yang dilakukan seorang diri, hal ini dilakukannya agar tidak ada yang tahu mengenai kebaikan yang dia lakukan seperti kata pepatah yang tidak asing lagi kita dengar bahwa “ketika kita memberi dengan tangan kanan seharusnya tangan kiri tidak perlu tahu” agar kita tidak menjadi manusia riya’ karena sudah melakukan kebaikan dan tidak haus akan puja-puji manusia. Hari ini dia ditemani, anak laki-laki satu-satunya sekaligus anak tunggalnya yang bernama razi. Saat ini razi berusia 16 tahun.

Tujuan pak abdullah mengajaknya ke panti ini adalah yang pertama karena sebentar lagi razi akan segera kuliah. Itu berarti ia akan segera meneruskan bisnis ayahnya. Kedua karena ayahnya ingin menunjukkan kepada razi bahwa sebanyak apapun harta yang kita punya jangan lupa terhadap sesama yang membutuhkan dan berharap kelak kebaikannya akan diikuti oleh anaknya tersebut. Terlebih lagi razi juga akan menjadi pemimpin di pondok pesantrennya.

“Selamat siang pak Abdullah, apa kabar?” sapa ketua panti asuhan tersebut. Pak abdullah membalas dengan senyuman hangat dan menjawab bahwa kabarnya, Alhamdulillah baik-baik saja. “wah, siapa ini yang ganteng sekali pak? Pasti anak bapak ya?” Tanya ketua panti kembali. Dia adalah putra saya satu-satunya dan memang sangat ganteng tukas pak abdullah dengan wajah penuh senyuman sambil menoleh ke anaknya. Razi menjadi malu mendengar jawaban ayahnya.

“Auu, bagaiaman ini es krimnya jatuh? heeeeeek, es krimnya jatuh heeeeeek. Tanpa sengaja karena asik makan es krim kesukaannya sambil berlari, seorang gadis kecil yang baru berusia tujuh tahun menabrak dan menumpahkan es krim tersebut ke sepatu pak abdullah. Pemandangan ini di mata razi sangat indah, lucu dan menggemaskan. Dia tidak henti-hentinya menatap gadis tersebut dengan senyumnya yang indah. Selama ini razi sangat jarang tersenyum semenjak kehilangan kakak perempuan kembarnya dalam kecelakaan maut.

 Menyadari akan hal itu, pak abdullah langsung mengelus kepala si anak dengan penuh kelembutan sambil bertanya dengan tersenyum hangat, “Nak, siapa namamu?”

“Aduh Nuri kenapa bisa sampai menabrak si nak, kan jadi kotor sepatu bapaknya sayang! sini pak saya tolong dilepaskan sepatunya biar saya bersihkan!” ketua menawarkan bantuan untuk membersihkan sepatunya sambil meminta maaf. “tidak perlu, saya hanya perlu kain lap karena kotornya juga tidak banyak!” jawab pak abdullah.

 “Nuri, ayo minta maaf ke bapaknya!” sambil ketakukan dan cemas tetapi masih dengan tangisnya nuri meminta maaf, tetapi permintaan maaf tersebut membuat seisi ruangan dipenuhi gelak tawa. Bagaimana tidak nuri meminta maaf, tapi tetap sambil menangis. Tangisnya tersebut bukan karena menyesal dan takut karena sudah membuat sepatu orang tersebut kotor, tetapi tangisnya disebabkan dia yang masih mengingat es krim kesayangannya yang tumpah.

“Nuri minta maaf bapak, hekhekhek tapi es krim nuri bagaimana ibu?” Tanya nuri. Kemudian terdengar banyak orang tertawa. Hahaha masyaAllah nak, kamu lucu sekali kata pak Abdullah. Pandangan razi tetap manis terhadap anak perempuan tersebut.

Kemudian ketua masih dengan ketakukan menjelaskan, bahwa nuri adalah anak yang baru dua bulan ini kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan saat hendak liburan. Tragisnya, seluruh keluarganya sepakat untuk tidak mau merawat nuri dan sepakat membawa nuri ke panti asuhan. Mereka sepertinya mempunyai motif tersendiri mengingat orang tua nuri adalah salah satu pengusaha terkenal dan mempunyai harta kekayaan yang melimpah. Jika mereka bisa mengambil harta tersebut disaat nuri belum mengerti dan dewasa tentu akan sangat mudah, makanya mereka dengan cepat-cepat mengantar nuri ke panti ini. Nuri sangat menyukai es krim vanilla, makanya sangat sedih ketika es krimnya jatuh.

“saya sangat senang dia mau memakan es krim tersebut dengan gembira satu bulan belakangan ini pak. Satu bulan awal dia sangat sedih ,badannya lesu karena tidak mau memakan apapun. Kalau tidur pasti bermimpi buruk dan kelihatan sekali bahwa anak ini sangat trauma pak. Alhamdulillah sekarang perlahan mau makan, walaupun traumanya akan kambuh saat malam atau saat sendirian!” jelas ketua panti.  Mendengar hal tersebut, ada perasaan tidak suka di hati Razi dan terlihat sekali dari ekspressinya yang muram. Pak Abdullah pun tak kalah marah mendengar itu. Kemudian pak razi memikirkan sebuah ide bagus.

“Razi! Apakah kamu menyukai anak ini nak?” Tanya pak Abdullah pada anaknya. Kalau kamu menyukainya, bagaimana jika kita mengajak nuri pulang nak? Mengangkat dia menjadi adikmu, anak ayah dan ibu serta kamu tidak akan kesepian lagi!.

Dengan cepat razi meng-iyakan dengan ekspressi penuh senyuman. Pak abdullah yang melihat itu sangat bahagia. Razi menjadi anak yang pemurung, cuek dan suka menyendiri semenjak kakak kembarnya meninggal. Sekarang nuri menjadi alasan anak laki-lakinya itu tersenyum, maka nuri harus selalu berada di dekat razi.

“Bagaimana bu persyaratannya jika harus mengadopsi salah satu anak yang ada di panti ini?” kemudian ibu ketua panti menjelaskan berbagai macam persyaratannya yang ternyata juga tidak mudah. Hal tersebut dikarenakan agar setelah mengadopsi tidak akan ada yang namanya adopsi illegal dan akan menyulitkan kedua belah pihak kedepannya. Pak abdullah mengangguk pertanda mengerti akan apa yang harus dilakukan dan kemana ia akan mengurusnya. Sambil tersenyum ia menatap anaknya, “Razi, setelah semua urusan berkas mengadopsinya selesai maka kita akan segera membawa nuri ke rumah ya nak!” razi pun mengangguk pertanda mengerti.

Kemudian mereka pamit kepada ibu panti untuk segera mengurus berkas pengapdosian, dan tak lupa pamit kepada anak perempuan yang telah mencuri perhatian razi sedari berkunjung kesini hari ini. Tak lupa ia memberikan es krim kesukaan yaitu vanila kepada anak yang akan segera menjadi saudaranya tersebut. Nuri sangat senang sekali menerima es krim tersebut dan mengecuk pipi razi. Membuat sang empu tersenyum sangat manis dan memperlihatkan lesung pipinya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

BELENGGU

read
55.2K
bc

Yes, I'm Sugar Baby

read
35.6K
bc

Jadilah Mamaku

read
36.8K
bc

Tergoda Janda Kembang

read
33.9K
bc

Menggoda Tuan L

read
257.6K
bc

Terpaksa Berjodoh

read
7.9K
bc

Mendadak Nikah

read
47.5K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play