bc

Carla's Adventure : Ghost World

book_age12+
55
FOLLOW
1K
READ
murder
kidnap
goodgirl
sweet
bxg
mystery
icy
friendship
supernatural
spiritual
like
intro-logo
Blurb

Carla punya anugerah yang orang lain tidak tahu. Ia bisa melihat mahluk gaib dan bicara pada mereka.Hanya kedua orang tuanya lah yang mengetahui bakat putri mereka itu. Namun apa yang terjadi apabila kehidupan normalmu, tiba-tiba jadi penuh teror karena ketidaksengajaanmu bertemu dengan hantu wanita muda? pernahkah kau membayangkan hidupmu yang semula biasa saja, kini naik-turun bagai berada dalam histeria tertinggi?

Ingin lari dan menyerah? Namun bagaimana jika terornya menyiratkan sesuatu? Apakah kau akan pura-pura tidak peduli walaupun nyawa orang lain terancam?

Lalu apa yang akan kau lakukan, jika kau harus menyelamatkan dunia yang bahkan kau sendiri tidak tahu dan tidak yakin bahwa dunia itu nyata?

chap-preview
Free preview
Halo, Hantu!
Meskipun sejak kecil Carla dapat melihat mahluk gaib,roh-roh atau semacamnya, tetap saja ia takut walaupun umurnya sudah mencapai 16 tahun. Dari dulu sampai sekarang ia akan lari terbirit-b***t apabila bulu kuduknya sudah naik... alias merinding. Carla secara fisik adalah seorang gadis biasa dengan tinggi 156cm,memiliki mata secoklat hazel, rambut sebahunya bekilau indah saat terkena pancaran sinar matahari, kulit putihnya tidak pucat, malah terlihat bersih dan sehalus kapas . Namun tidak seperti gadis pada umumnya yang gemar pergi jalan-jalan dan berkumpul atau bersenang-senang dengan teman-teman yang lain,  Carla lebih memilih berdiam diri di rumah. Dengan begini, ia tidak perlu berpua-pura untuk tidak melihat mahluk melayang yang berada disekitarnya. Carla memiliki kemampuan yang berbeda dari orang lain, dan hanya kedua orang tuanya saja yang mengetahuinya. Ia dapat melihat mahluk tak kasat mata, yang tak lain dan tak bukan adalah hantu dan roh-roh. Namun semenjak Carla semakin dewasa, kekuatanya itu mulai berkembang dan kini ia bahkan bisa berkomunikasi dengan mereka (jika ia ingin pastinya) tetapi seringkali Carla pura-pura tidak melihat mereka. Pernah Carla yang masih duduk di bangku SMP, tidak sengaja bertatapan dengan hantu laki-laki yang berdiam diri di sekolahnya. Alhasil, hantu itu terus menerus mengikuti Carla dan menakutinya.  Carla sendiri dapat merasakan kehadiran mereka sebelum mereka menampakan diri, jadi akan ada waktu baginya untuk kabur atau mengabaikan hantu hantu tersebut. Carla hanya tidak takut pada penunggu rumahnya yang merupakan anak kecil berumur 7 tahun. Hal inilah yang membatasi Carla dengan dunia luar. Dimana pun dan kapanpun, ia akan melihat hantu dan roh-roh yang berseliweran di depanya. Carla terpaksa harus menunduk agar pengalaman tidak enak yang pernah terjadi sebelumnya, tidak terulang kembali. Kali ini, Carla akan sangat berhati-hati. Padahal, menurut penjelasan hantu anak kecil di rumah Carla, tidak semua hantu jahat. Mereka hanya kesepian dan butuh teman. Beberapa diantara mereka mungkin memiliki masalah yang belum terselesaikan, sehingga mereka harus melanglang buana disini.  Bukan. Carla bukanya egois, tetapi membayangkan hidupmu penuh dengan para hantu adalah sesuatu yang tidak mengenakan bukan. Berteman dengan sesama manusia saja sulit, apalagi yang bukan manusia.   Carla masuk SMA Harmonie bersama sahabatnya Dinda, walaupun mereka sudah berteman cukup lama, namun Carla tetap tidak memberitahukan kemampuanya pada temanya itu. Ia tidak siap, apabila tiba-tiba teman yang disayanginya menjauh hanya karena menganggapnya aneh, takut jika sampai rahasia ini diketahui semua orang, maka dirinya akan dicap pembohong, dan mungkin sebagian orang akan menganggapnya gila. Carla tidak ingin masa remajanya berubah menjadi semacam mimpi buruk. Namun, segalanya tidak akan berjalan mulus sesuai dengan apa yang kita inginkan bukan? Terkadang kita harus berani keluar dari zona nyaman kita untuk menjadi lebih dewasa dan lebih kuat tentu saja. Pagi itu seperti biasa, Carla berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, jarak dari rumah ke sekolahnya  tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu 15 menit. Bagi Carla,hal itu sangat menyiksa karena bukan manusia biasa saja yang akan dilihatnya pagi itu tapi juga mahluk tak kasat mata dengan kaki melayang diatas aspal, keterampilan menembus benda-benda padat dan kegemaran membuat orang yang dapat melihat mereka lari terbirit-b***t dan sangat mungkin pingsan melihat muka menyeramkan yang pucat, kuyu, loyo, dan menyedihkan . Perjalanan yang memakan waktu 15 menit itu pun disingkatnya menjadi 8 menit karena berlari. Sampai disekolah ia langsung masuk ke kelasnya dan menunggu bel masuk yang berteriak sebagai tanda dimulainya jam pelajaran hari itu. Beberapa menit setelahnya,  sahabat Carla baru saja datang dan langsung menghempaskan tubuhnya disebelah Carla sambil tersenyum dengan riang.  Seperti biasa pelajaran berlangsung baik dan membosankan, beberapa murid  dengan tenang meletakan kepala mereka di meja kemudian mendengkur pelan, beberapa murid mulai berceloteh ria untuk melenyapkan rasa malas yang mulai menjerat, beberapa di antara mereka bahkan mencoba untuk meninggalkan kelas saat guru tidak melihat. Benar-benar keadaan kelas pada umumnya. Namun disaat mata Carla berjuang untuk melawan rasa kantuk yang menyerang dirinya, tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri semua,udara disekitarnya terasa begitu dingin, ia langsung tahu bahwa sebentar lagi ia akan melihat sesuatu yang selalu di hindarinya dan ditakutinya. Yupp... Hantu. Ia benar-benar melihatnya dan kaget. Hantu yang dilihatnya seorang perempuan yang kira-kira berumur 20 tahunan, terdapat darah pada kening dan bajunya. Menurut Carla itu sangat menyeramkan, apalagi hantu itu terus menatap dan menunjuk kearahnya. Rasa kantuk yang tadi sempat menjeratnya hilang tidak berbekas entah kemana.  Untungnya bel berbunyi dengan nyaring, menyelamatkan Carla dari rasa takut yang mulai mencapai keubun-ubun kepalanya, dengan seribu langkah dan tanpa basa-basi lagi, Carla berlari keluar dari kelas. Dinda yang santai membereskan bukunya, melongo heran melihat temanya keluar tanpa berkata apapun dan meninggalkanya. Sampai dirumah, Carla berpikir sejenak, ia memang sering melihat hantu seperti itu tapi tidak pernah sampai menatap dan menunjuknya. Hal ini terus menyita perhatian Carla, menariknya dari dunia nyata, untuk terus berkhayal mengenai hantu yang baru saja dilihatnya itu. Meski takut ia berniat mencari tahu besok, rasa penasaran yang mendera dirinya lebih besar dari rasa takut yang dimilikinya.  Carla datang 40 menit lebih awal ke-esokan harinya. Ia berjalan pelan dikoridor sekolah dan langsung menuju keruang kelasnya dimana pertama kali melihat hantu perempuan itu. Sesampainya, ia melihat ruang kelas itu kosong, dan tidak ada tanda-tanda bahwa hantu itu akan muncul. Carla mengurungkan niatnya untuk mencari tahu dan lebih memilih untuk pergi ke perpustakaan yang bagaikan surga dunia untuk Carla yang memang gemar membaca.Dalam perjalanan menuju ke perpustakaan,  samar-samar terdengar ada orang yang memanggilnya, Carla sangat takut karena bulu kuduknya berdiri semua, ia ingin berlari namun ada sesuatu yang menahanya. Perempuan yang dilihatnya kemarin, menampakkan dirinya lagi, masih dengan wajah yang berdarah dan pakaian yang sama.. ia seperti mengatakan sesuatu karena mulutnya terbuka lebar seperti hendak berbicara, namun tidak ada suara yang keluar. Carla kemudian melihat hantu itu menunjuk sebuah ruang kosong dibelakangnya, sedetik kemudian terdengar teriakan yang memekakan telinga dan dalam sekejab hantu itu hilang. Carla melihat ruang kosong di belakangnya. Ruangan ini dari dulu selalu tertutup. Carla tidak tahu kenapa, dan selama ini pun Carla tidak pernah berniat untuk mencari tahu apalagi sampai masuk kedalamnya. Carla menyentuh kenop pintu dan memutarnya, ia berniat untuk masuk, namun sayangnya pintu itu terkunci. Kebetulan pak Darot tukang bersih-bersih disana lewat. Sepertinya hari ini memang hari keberuntungan Carla, hheemm atau malah sebaliknya?  Langsung saja Carla bertanya pada pak Darot, siapa tahu pak Darot yang umurnya sudah melebihi setengah abad mengetahui segalanya “permisi pak, kalau boleh saya tahu ini ruangan apa ya? Laki-laki yang berumur lebih dari setengah abad itu pun terkejut mendengar pertanyaan Carla,terlihat jelas dengan raut wajahnya yang sedikit menegang, bola matanya yang membelalak dan langsung menampilkan urat-urat di kulitnya yang keriput. Pak Darot tidak langsung menjawab dan hanya terpaku menatap wajah Carla.  Carla bertanya sekali lagi dan menunggu jawaban pak Darot “dulu ini adalah ruang musik tetapi............” jawab pak Darot pelan dan berhenti “tetapi apa pak?” tanya Carla semakin ingin tahu “beberapa tahun yang lalu, ruang musik ini adalah favorit murid-murid disini. Guru yang mengajar seorang wanita muda yang cantik, baik dan disegani oleh murid-murid. Sampai suatu hari, seorang murid melihatnya terkapar diruang musik dengan darah ada dimana-mana. Sejak saat itu ruang musik ini ditutup dan tidak pernah dibuka lagi “ jawab pak Darot menjelaskan dengan mata lurus yang menerawang jauh ke beberapa tahun silam “oh begitu pak, lalu bagaimana nasib guru muda itu?” tanya Carla lagi, ia menduga pasti ada sesuatu dibalik ruangan itu,dan anehnya, mengapa kasus guru ini tidak pernah diselidiki? Tidak pernah terdengar,dan diperbincangkan oleh umum. Carla yang tinggal disana hampir 10 tahun pun, tidak pernah mendengar seorang guru yang meninggal disekolah yang mendapatkan gelar sekolah favorit didaerahnya. “dia dipulangkan ke kampung halamanya, dan dikuburkan disana. Berita ini ditutup rapat-rapat, dan tidak pernah dipublikasikan.” jawaban pak Darot membuat Carla mengerti dan seperti dapat menjawab pertanyaan didalam benaknya “kalau boleh bapak tau, ada apa ya kamu tiba-tiba bertanya tentang ruangan itu?” “tidak apa-apa pak, saya hanya ingin tahu saja. Terimakasih banyak ya pak atas informasinya” jawab Carla sopan tak lupa memberikan senyum tulusnya Sepeninggal pak Darot, Carla menerka-nerka apa yang terjadi. Ia ingin sekali masuk namun ruangan itu terkunci. Carla meremas jarinya, perang batin terjadi dalam hati dan pikiranya terjadi didalam kepalanya. Satu,memaksanya sedikit memberanikan diri dan mengintip melalui jendela kecil yang melengkapi pintu ruang musik itu, dan satunya lagi adalah berpura-pura tidak peduli dan kemudian pergi. Akirnya Carla mengambil keputusan yang pertama, ia  mengintip melalui jendela kecil yang terletak di pintu bagian atas, seketika itu juga wajah Carla pucat pasi, ia tidak bisa bergerak, ingin berteriak pun tak bisa, suaranya tercekat di tenggorokanya, keringat dingin mulai mengucur, mengalir turun diikuti oleh ratusan temanya. Carla melihat sesuatu yang menyeramkan yang tidak akan ia lupakan. Bahkan untuk seumur hidupnya sekalipun. 

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

HYPER!

read
565.6K
bc

Enemy From The Heaven (Indonesia)

read
60.9K
bc

SEXRETARY

read
2.1M
bc

Call Girl Contract

read
327.6K
bc

Over Protective Doctor

read
477.5K
bc

Aku ingin menikahi ibuku,Annisa

read
62.0K
bc

PERFECT PARTNER [ INDONESIA]

read
1.3M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook