Dehan menutup pintu ruangannya dengan keras. Ia benar-benar tersulut emosi yang sudah mendarah daging. Ini pertama kalinya, seorang wanita menolak sentuhannya dengan kasar. "s**t! Berani sekali dia berlaku kasar seperti itu padaku!" Dehan menghempaskan semua berkas yang tersusun rapi di meja kerjanya. Matanya memerah, rahangnya mengeras, dan kedua tangannya mengepal erat, "Sialan! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini! Aku harus benar-benar menuntut balas padanya!" Namun, tiba-tiba saja pintu ruangannya diketuk dari luar. Dehan pun sedikit meredam emosinya. Ia tak tahu siapa yang ada dibalik pintu itu. "Masuk!" ucapnya dengan suara berat. Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok Alika di sana. Emosi yang sempat mereda, kini kembali mencuat. Tatapan mata Dehan terkesan membunuh Alika

