"Riyo, kayaknya nggak perlu deh kita ke butik. A-aku nggak mau ngerepotin kamu terus." Lama Aderiyo menunggu Calandra bersiap di kamar, nyatanya ketika wanita itu keluar ... dia belum juga berganti pakaian. "Aku nggak enak, mending nggak usah ikut reuni." Acara reuni itu malam ini, Calandra berat hati mengiyakan kebaikan Aderiyo. Dia tidak ingin terkesan memanfaatkan, apalagi selama mereka kenal, semua orang tahu jika Aderiyo selalu menjadikan Calandra ratu. Aderiyo menghela, tersenyum gemas pada Calandra. "Apa aku memberi kesempatan buat kamu menolak?" Mencubit hidung wanita itu, kemudian dia menggeleng. "Aku sakit hati kalau ditolak gini. Ayo berangkat, nggak usah ganti baju." "Riyo, tunggu dulu!" Calandra memegangi tangan Aderiyo yang sudah mencekal pergelangannya, memelas. "Kamu uda

