35

1163 Words

Kubuka pintu, dengan ekspektasi bahwa aku bisa merasakan keheningan dan menikmati kesendirianku selagi memikirkan konflik yang akhir-akhir ini terjadi. Namun alangkah kagetnya ketika sampai di ruang tengah karena kudapati Mas ALvin sedang tertidur pulas di sofa. "Apa ... dia tidak kerja? Tapi, dia masih pakai baju kerja." Aku berpikir sambil mendekat. Wajah Mas Alvin terlihat pucat, tubuhnya sedikit menggigil sementara dengkuran halus yang disertai rintihan kecil itu menandakan bahwa ia sedang tak sehat. Kuraba keningnya dan terasa panas sekali. Aku terkejut karena suamiku adalah tipe orang yang jarang sekali sakit. "Astaga, dia demam." Aku menggumam sambil mendekat lebih dalam dan membangunkannya. "Mas?" Kuguncang perlahan bahunya. Pria itu mengerjap dan sedikit kaget. "Ada apa?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD