Part 86 "Gue bilang ke Salma gak ya? Kalah sudah ketahuan sama dua cowok itu." Silma wara-wiri di depan pintu kamar adiknya. Silma melipatkan kedua tangannya di depan d**a, menggigit bibirnya dan sesekali jari telunjuknya menggaruk dagunya sendiri. "Kayaknya emang harus bilang deh, gak baik juga disembunyikan karena sebentar lagi gue sama Salma adain rapat kecil-kecilan buat merancang rencana menghancurkan Silvia." Baru saja Silma mengangguk, pintu kamar adiknya terbuka dan menampilkan Salma yang sudah berpakaian santai. "Lo ngapain di sini?" "Nungguin lo." "Kan biasanya langsung nyelonong masuk gitu aja." "Lo kunci." Raut wajah Silma berubah datar dan merasa bete melihat adiknya yang malah menertawainya. "Ya sudah masuk!" Titah Salma pada kakaknya. Silma langsung duduk di kas

