26. Aku Baru Tahu

1515 Words

Kepakan sayap gagak hitam itu semakin terdengar jelas, sedangkan aku masih berdiri di tempatku semula. Di saat seperti ini, kakiku terasa kaku dan aku kesulitan untuk bergerak. Tanganku terangkat tinggi, mencoba melindungi wajahku dari serangan burung gagak hitam yang sepertinya marah karena diganggu ketenangannya olehku. Aku memejamkan mata karena rasa takut yang tidak bisa kuhindari lagi. Sedetik, dua detik. Tidak terjadi apa-apa sampai aku memberanikan diri membuka mataku. Tidak ada apa-apa, tidak ada gagak hitam, bahkan pondok tua itu juga tidak ada di hadapanku lagi. Padahal aku yakin pondok itu jelas ada, karena aku masuk sendiri ke dalamnya. Dan sekarang semuanya itu hilang tak berbekas. Di hadapanku saat ini hanya ada hamparan semak-semak liar. Ini sungguh tidak masuk akal. Bagai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD