"Gak boleh! Ayah gak boleh nginep!" Permata menatap dalam pria di depannya. Sesuai dugaan. Apa yang Zean takutkan akhirnya terjadi. Anaknya melarang. "Ayah nginep karena ada kerjaan, Sayang. itu juga nggak lama kok." "Tapi Ayah tiap hari kerja. Tapi gak nginep di kantor Ayah. Kenapa sekarang nginep?" Yang ia tahu sang ayah berangkat setiap pagi dan pulang kalau sore hari. "Em ...." Zean berpikir sebelum menjawab. Jika ia beri tahu tentang perjalanan ke luar kota, kemungkinan putrinya akan semakin melarang. "Kerjaan ayah lagi banyak, Sayang. Jadi ayah harus nginep. Gak lama kok. Satu malam aja." "Ayah pulang aja. Nanti kerja lagi di kamar kerja Ayah. Ata temenin biar ayah gak pusing," balas Permata. Zean menggaruk kepala. Ia memang kerap menyelesaikan pekerjaan di ruang khusus yang ada

