*** Rasa penat dan jenuh karena nyaris seminggu berkutat menghadapi soal-soal ujian, Deya tidak menolak saat ditawari Dhante untuk pergi berlibur. Gadis itu memang membutuhkan penyegaran otak, lagipula benar kata Dhante, ia membutuhkan liburan untuk akhir-akhir ini. Hanya saja bagaimana ia akan menyampaikan niatnya tersebut pada nenek? Membayangkan sederet alasan yang akan ia lakukan terhadap sang nenek tercinta cukup membuat jantung Deya berdisko ria. Haruskah ia berbohong? Sedangkan ia jujur pun, nenek mana mungkin memberinya ijin. Wajah Deya terlihat ditekuk dari pagi. Hal ini membuat Dipa dan Wulan saling melempar pandangan tak mengerti. Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi antara mereka kemarin? Rasa kepo Wulan yang meledak hingga tumpah, membuat gadis berambut keriting itu mendekat

