"Ben...," ucapku tertahan. Ingin rasanya aku menyeret Beni pergi dari sini dan membiarkan Nino meredakan emosinya. Kedatangan Beni hanya membuat semuanya jadi serba salah. Nino yang tampak belum puas mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya terlihat memandang Beni dengan sinis. Tapi entah kenapa yang kulakukan hanya mematung. Dengan apa yang terlihat di hadapan mata Beni kali ini, dia pasti salah sangka dan mengira Nino sedang mengintimidasiku atau malah sedang bermaksud buruk padaku. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Beni dengan mata mengarah tajam pada Nino. "Jangan paksa Nay, jika memang dia nggak mau," sambung Beni dan membuatku bertambah serba salah. Aku tidak ingin membela siapa pun saat ini, tapi tidak berbicara apa-apa juga sepertinya akan salah. Nino mengatupkan bibirnya, dia ti

