"Ayah, tiba-tiba aku lapar. Kita makan dulu ya?" Rajuk Xiao Qi dengan suara imutnya serta puppy eyes yang mampu membuat Tuan Qi tidak bisa menolak. "Kita makan di rumah makan itu saja. Makanan di sana enak-enak." Tunjuk Tuan Qi ke sebuah rumah makan sederhana. Xiao Qi mengangguk saja. Menuruti langkah Tuan Qi. "Kau ingin makan apa, putriku?" "Terserah ayah. Aku ngikut saja." Jawaban andalan di saat tidak tahu harus pesan apa. "Oh ya, di sini ada kamar mandi atau tidak, ayah? Aku ingin mencuci wajah dulu. Panas." Xiao Qi mengipasi wajahnya dengan tangan. Gadis cantik itu memang tengah merasa kepanasan akibat cuaca yang begitu terik. Di dalam pikirannya sekarang hanya lah membasuh wajah supaya terasa lebih segar, tidak peduli dengan riasan wajahnya yang akan luntur. Lagipula dia itu ca

