Ya, tidak ada yang berubah dari mereka. Kehidupan, bagaimana mereka menjalani hari dan semua rasa yang pernah ada. Meski sudah lima tahun berlalu. Lamia memiringkan kepala. Duduk di atas sofa mahalnya saat dia menatap hangat pada putri kecilnya tengah kesulitan memasang dasi di lehernya. "Siapa yang menaruh benda itu di sana, Ilana?" Kepala anak itu terdongak. Bibirnya tampak berkerut lucu karena yang dia lakukan selalu menemui kegagalan. "Papa." Lamia mendengus, dia beranjak dari sofa. Berjalan di atas sepatu sandal miliknya ketika dia berlutut, mensejajarkan tingginya dengan putrinya. Menatap sepasang mata pekat yang serupa dengan milik suaminya lembut. "Bilang pada Papa untuk berhenti menjahilimu. Kau mengerti?" Ilana mengangguk. Dia kembali menatap dasi itu dan Lamia membukanya.
ดาวโหลดโดยการสแกนรหัส QR เพื่ออ่านเรื่องราวมากมายฟรี และหนังสือที่ได้รับการอัปเดตทุกวัน


