"Ngapain sih pake cerita di kamar segala?" Aku menghempaskan tubuhku di kasur berseprei marah muda itu, sambil menatap Maya yang mengunci pintu kamarnya. Setelahnya dia ikut merebahkan diri di sampingku. "Lo tau enggak, Vay?" "Enggak tahu, kan Lo belum cerita." "Dih... garing," Maya mendesis sinis, sedangkan aku berusaha menahan tawa. "Gue seriusan, nih!" "Oke!" Gue kayaknya bener-bener suka sama cowok itu," Maya mulai bercerita dengan mata berbinar. "Cowok yang baru Lo kenal itu?" Aku memiringkan kepalaku sembari menatapnya yang tengah memandang langit-langit kamar. "Dia ada nama kali," protes Maya. "Iya... iya, si Shaun the sheep itu kan?" Kata ku. "Ih... apaan sih! Enggak lucu tau! Namanya Shaun bukan kambing gimbal." Sontak tawaku membahana karena tak bisa ku tahan lagi

