59. Saling Merindukan

1255 คำ

Hangatnya sinar matahari itu bagai tumbuhan rambat yang merangkak di setiap bangunan sudut kota. Termasuk pada kedaman Wijaya. Tampak lengang dari biasanya. Tak ada wanita yang menyirami taman kecil depan rumah bertingkat dua itu. Rumah bergaya minimalis dengan warna putih dan abu seolah mencerminkan kelugasan penghuninya. Ternyata wanita itu masih bergelung dalam sebuah ruangan. Perlahan matanya berkedut ketika sinar matahari menerpa wajahnya. Silau yang ia dapat mengusik tidur lelap usai tangis semalaman suntuk. Mata sembabnya yang mengatakan sebesar apa kesedihan yang coba ia utarakan. Matanya mencelang terbuka. Menatap langit-langit putih pucat. Sebelah tangan tanpa sengaja menyentuh sisi lain tempat tidur. Tak dijumpai kehangatan di sana. Hati Raya seketika mencelus. Teringat deru

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม