"Kenapa masih di sini?" Bahu Raya diguncang hebat. Samesta mencengkeram lengannya dengan kuat. Teriakan Samesta tepat di depan wajah Raya kerasanya melawan gemuruh langit. Hujan deras mengguyur lelaki jangkung itu. Seluruh pakaiannya basah kuyup. Air mengucur dari dagunya Segala ekspresi di wajah tampan Samesta penuh amarah. Sebelumnya Raya hanya mendapat raut muka tak peduli, kini bertambah levelnya menjadi kekesalan. Terutama tatap tajam yang membara di sana. Raya senantiasa menunduk, keberaniannya menatap Samesta menciut sampai sangat kecil tak terlihat lagi. Air matanya tumpah ruah. Berlombaan dengan lebatnya hujan. Meski begitu, Raya berusaha menahan isakan. Saking senangnya mendapatkan Samesta menepati janji datang menjemput walaupun setelah menunggu teramat lama. Ini tangis bah

