"Kay, ngerti Pah. Tapi bukankan perasaan tidak bisa di paksakan. Seperti perasaan Mas Dipta dulu, yang tak bisa di paksa untuk mencintai Kay. Begitu juga perasaan Kay sekarang, tak bisa dipaksa untuk menerima Mas Dipta kembali," alasanku pada Papa, bagaimana mengatur rasa. "Papa tau, kamu sangat mencintai Dipta, bahkan sampai sekarang, Papa masih bisa merasakan hal itu. Perasaanmu sekarang berbalas, Dipta mencintaimu juga. Kenapa harus mementingkan ego, coba pikirkan Prilly juga, sekarang kalian saling mencintai, dan sudah ada Prilly. Kalian keluarga yang lengkap, Papa yakin Dipta sudah benar-benar berubah." Papa masih dengan pemikirannya. "Masih cinta, bukan berarti ingin bersama. Papa juga jangan menutup mata, Prilly hadir bukan karena cinta, Mas Dipta tak menginginkannya. Papa juga ta

