Perjodohan Julian.

1137 คำ
Hari berganti hari..Tak terasa sudah satu bulan Julian dan Rani berpacaran. Cinta Julian dan Rani semakin bersemi. Walaupun Pacaran tanpa ada keluarga yang tahu, Tapi mereka tidak peduli. Cinta memberi keberanian menentang Adat yang dua keluarga buat. Mereka intens bertemu walaupun hanya duduk d pinggir kali, janji temu di pasar atau julian datang ke Kebun milik keluarga Rani Hari ini Julian di rumah untuk sarapan bersama Abah dan Ambu nya. "Hari akan ada yang datang bertamu, Abah harap kamu jangan pergi kemana-mana" Ucap Abahnya sambil meminum kopi.. "Siapa Tamu kita Abah?" Tanya Julian. "Kamu masih ingat Juragan Hasan Teman Ayah yang dulu sering datang ke sini membawa gadis kecil?" Tanya Tuan Jaka. "Anaknya bernama Lisma?" Tanya balik Julian. "Iya benar, Ternyata kamu masih ingat" Ucap Tuan Jaka tersenyum. "Lisma akan menjadi Calon Istrimu Julian" Ucap Tuan Jaka pada Julian. "Apa? Mana mungkin Dia menjadi Istriku jika kami tidak saling mengenal" Jawab Julian sedikit kesal pada Sikap Abahnya. "Semua ini sudah menjadi kesepakatan saat kamu masih kuliah di kota, Juragan Hasan ingin usahanya ada penerus dan kamulah yang cocok" Jawab Tuan Jaka Senang dengan perjodohan ini. "Bagaimana Jika Julian menolak perjodohan ini?" Tanya Julian lagi. "Sejak Kapan kamu bersikap Kurang ajar kepada orangtuamu Julian?" Tuan Jaka marah sambil memukul meja makan. "Abah jangan seperti itu, Bicarakan Baik-baik" Ucap Arni Ambunya Julian. "Apa alasanmu menolak perjodohan ini?" Tanya Tuan Jaka dengan Nada marah. "Karena Julian mencintai Orang lain dan Julian belum bisa memberitahu siapa Dia" Jawab Julian "Masa bodoh dengan Cinta, Abah sudah putuskan kamu menikah dengan Lisma Anak Juragan Hasan"Perintah Tuan Jaka sambil meninggalkan Meja Makan. "Abah egois" Julian pergi tanpa pamit kepada Ambu nya. Tuan Jaka sambil menahan amarah mencari Tarjo anak buahnya. "Tarjo..Tarjo.."Teriak Tuan Jaka di teras rumah. "Iya..Tuan Jaka..Anda memanggil saya" jawab Tarjo sambil berlari. "Saya ingin kamu sembunyi-sembunyi mencari tahu siapa wanita yang dekat dengan Julian" Ucap Tuan jaka. "Baik Tuan" Jawab Tarjo. "Siapa wanita yang membuat Julian menolak perjodohan ini" Gumam Tuan Jaka dalam hati sambil duduk si kursi teras. ***** Tarjo tanpa sepengetahuan Julian mulai mengikutinya, Mencari tahu wanita yang sedang dekat dengan Julian. Hari ini Julian janji bertemu dengan Rani di Kios Milik Ardi. Seperti biasa Julian menunggu Rani terlebih dahulu. Setelah 15 menit Rani datang sendiri, Julian menghampiri Rani dan mengajak Rani duduk di dalam Kios Ardi. "Bukankah itu Neng Rani anaknya Tuan Ageng, Untuk apa dia bertemu Tuan Muda Julian" ucap Tarjo pelan menguntit Julian dari kejauhan. Tarjo mendekati kios Milik Ardi dan mengintip dibalik celah dinding kayu dan betapa kagetnya Tarjo melihat Julian dan Rani sedang berciuman mesra. "Ternyata wanita yang sedang dekat Tuan Julian adalah Neng Rani, Gawat Tuan Jaka bisa marah besar. Ah..Masa bodoh Aku akan melaporkan semuanya yang aku lihat" Ucap Tarjo dalam hati. Tarjo kembali ke kediaman Tuan Jaka, Disana tuan Jaka sedang meminum teh dan memakan Camilan di Teras belakang Rumah. "Ampun Tuan Jaka, Saya sudah mengikuti Tuan muda Julian hari ini" Ucap Tarjo melapor pada Tuan Jaka. "Bagaimana, Apa kamu sudah tahu wanita yang dekat dengan Anakku?" Tanya Tuan Jaka. "Sudah Tuan..Saya memergoki Tuan Julian sedang berciuman dengan Seorang wanita" Jawab Tarjo ragu menyebut nama wanita tersebut. "Siapa wanita tersebut?" Tanya Tuan Jaka penasaran "Eemm..Wanita itu.."Ucap Tarjo Ragu. "Kenapa Kamu ragu Tarjo?" Tanya Tuan Jaka keras. "Tuan muda Julian berpacaran dengan Neng Rani Anak Bungsu Juragan Ageng" Jawab Tarjo. "APA..??!! Jangan bercanda Kamu Tarjo" Tuan Jaka Marah. "Ampun Tuan..Mana berani saya bohong, Kalau tuan Jaka tidak percaya saya akan mengantar tuan menemui Tuan muda Julian dan Neng Rani yangs sedang bermesraan di Kios sembako di pasar" Jawab Tarjo takut. "Julian..Kenapa kamu membuat kebodohan"Ucap Tuan Jaka geram. "Jangan Bilang aku sudah tau mereka berpacaran" Ucap Tuan Jaka Pada Tarjo sambil masuk kedalam rumah. Sedangkan di Kios Sembako Ardi, Julian dan Rani yang sedang dimabuk cinta tak hentinya menautkan bibir mereka saling meresap dan memainkan Lidah mereka di rongga Mulut masing-masing. "Aku sangat merindukanmu Rani" Ucap Julian sambil mengelus Pucuk rambut Rani dan mengecup Bibir Rani Lembut. "Akupun sangat merindukanmu Lian" Jawab Rani tersenyum. "Maukah kamu menikah denganku?" Tanya Julian pada Rani. "Apa kamu sungguh-sungguh Lian? Bagaimana Jika kedua orangtua tidak merestui Hubungan Kita?" Tanya Rani Cemas. "Kita kawin lari!" Jawab Julian tegas. "Apa? Tapi itu sangat berbahaya dan akan membuat Dua keluarga saling berselisih Julian" Ucap Rani khawatir. "Aku tak sanggup bila harus berpisah darimu Rani, Aku akan mencoba memberi tahu Abah ku tentang hubungan kita karena tadi pagi Abah bilang akan menjodohkanku dengan Anak Juragan Hasan" Ucap Julian Sedih. Rani memeluk Julian "Kenapa kita lahir dikeluarga yang berselisih Lian? Bila bisa memilih Aku ingin lahir dikeluarga biasa agar kita bisa saling bersama" "Mari kita berjuang bersama agar kita bisa saling bersama Rani" Jawab Julian mengecup kening Rani. "Hari mulai siang ..Ambu pasti menungguku Lian" Ucap Rani. "Baiklah..Hati-hati dijalan" Ucap Julian. Rani pulang mengendarai sepeda motornya, Dia membeli kebutuhan dapur yang sebenarnya pembantu dirumah bisa saja membeli tanpa Rani pergi kepasar. Tapi Rani memamfaatkan kesempatan ini untuk menemui Julian. Saat dijalan perbatasan Menuju Desa Aryapura dan sebuah mobil hitam mewah tiba-tiba menyenggol Sepeda seorang wanita tua yang membawa rumput pakan ternak. Wanita tua pengendara sepeda itu terjatuh dan Rani segera menghentikan laju sepeda motor dan turun untuk membantu wanita tua tersebut. "Apa Bibi gak apa-apa?" Tanya Rani sambil membantu Wanita tua berdiri. "Neng Rani Terimakasih sudah Bantu Bibi" Ucap Wanite tua tersebut. Mobil itu berhenti tapi melaju kembali tanpa merasa bersalah atau ikut membantu wanita tua tersebut. Rani dan wanita tua tersebut akhirnya kembali jalan sesuai tujuannya. Sedangkan Mobil tersebut tetap melaju dengan membawa Laki-laki berkaca mata hitam. "Siapa wanita yang menolong wanita tua tersebut?" Tanya Laki-laki berkaca mata hitam kepada supirnya. "Dia Neng Rani Anak Juragan Ageng Tuan?" Jawab supir tersebut. "Aku baru tahu Ageng punya Anak gadis cantik" Ucap Laki-laki berkaca mata tersebut. "Benar Tuan, Neng Rani gadis tercantik di Desa Jayabrata dan dia terkenal dengan kelembutan dan kebaikan hatinya"Jawab supir memuji. Akhirnya mereka berdua sampai di depan Rumah Jaka Aryapura. "Hai Tangguh selamat datang.."Terdengar suara Tuan Jaka menyapa Laki-laki berkaca mata hitam. Laki-laki berkacamata Hitam yang turun dari mobil mewah tersebut bernama Tangguh Tisna Aryapura, Adik bungsu Dari Jaka Aryapura dan Paman Julian. "Ayo masuk"Ajak Tuan Jaka Pada Tangguh. "Hai Kak gimana kabarmu?"Tanya Tangguh "Kakak baik, Bagaimana usahamu dikota? Apa Lancar?"Tanya Tuan Jaka. "Semua baik"Jawab Tanggung tersenyum. Mereka duduk di kursi teras dan seorang pembantu rumah tangga menyuguhkan Teh hangat. "Dimana Julian?" Tanya Tangguh. "Dia sedang tidak bisa di atur karena wanita" Jawab Tuan Jaka dengan muka kesal. "Maksud Kakak?" Tangguh bingung. "Aku menjodohkannya dengan anak Juragan Hasan tapi dia menolaknya malah di berpacaran dengan Anak Ageng" Jawab Tuan Jaka. "Maksud Kakak Anak tuan Ageng bernama Rani?" Tanya Tangguh lagi. "Ya..Aku ingin mereka berpisah bagaimanapun caranya" Ucap Tuan Jaka mengeratkan Giginya marah. "Aku akan membantu Kakak agar Rani sendiri yang memutuskan Hubungan mereka" Ucap Tanggung dengan tatapan penuh kelicikan. TBC...
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม