"Tapi aku enggak bisa, enggak merasa senang. Pak Langit yang baik hati dan tidak sombong itu kembali bertemu denganku. Nanti gimana kalo dia abis dari kamar mandi lalu keluar dengan dadaaa telanjang dan disertai pemandangan roti sobeknya? Uhh aku enggak tahan mas. Oh atau begini, dia ngelindur terus enggak sengaja masuk ke dalam kamarku dan tiduran bersamaku kyaaa. Senja kamu mikir apa sih." pikir Senja senyam senyum sendiri memikirkan fantasi yang tingginya mencapai pohon kelapa. Beberapa saat kemudian Langit akhirnya sampai di kantornya. Ia berjalan cepat menuju lift, keluar dan masuk ke dalam ruang kerjanya. Sesaat setelahnya muncul Gandhi yang mengetuk pintu dan langsung masuk. "Bapak habis dari mana? Meeting sebentar lagi dimulai pak." ucap Gandhi cemas. "Iya maaf, tadi saya habis

