Aidan mengepalkan tangannya dengan kuat saat mengintip ke dalam kamar inap Noah. Di sudut ruangan, tepatnya di sofa ada Darian yang duduk dengan Noah dipangkuannya. Emosi Aidan semakin terpancing melihat Liana yang duduk tidak jauh dari mereka, tampak nyaman dan tidak ada masalah apapun dengan kehadiran Darian di situ. Aidan menggertakkan giginya kesal menyadari Simon yang tidak ada di sekitar sini. Menghilang ke mana sekretarisnya itu? Tidak tahan, Aidan membuka pintu kamar dengan lebar dan masuk dengan wajah yang super duper datar. Matanya menajam saat melihat Darian yang tampak acuh dengan kedatangannya. "Kenapa ia dipangku? Bukankah lebih baik dia di atas kasur?" tanya Aidan melirik Liana yang tampak acuh tak acuh. "Dia mengeluh pusing lagi, dia tidak ingin rebahan karena itu membu

