"Kau mengenal Dokter Abe?" Bianca tercenung. Matanya mengekori Ryuu yang sibuk duduk, bersila dengan tongkat tergeletak di sisi tubuhnya. Saat ibu kepala yayasan memberitahu, kalau tongkat itu hadiah dari Abe. Bianca menyadari satu hal yang secara pasti tidak akan diketahui jajaran rumah sakit. "Aku mengenalnya," balas Bianca jujur. "Walau kami tidak terlalu dekat. Karena dunia kami berdua berbeda. Beberapa kali pernah melihatnya di rumah sakit." Ibu kepala yayasan mengenalkan dirinya sebagai Lena. Janda tanpa anak setelah suaminya pergi karena meningitis beberapa tahun silam. Lena memfokuskan diri untuk menjaga peninggalan keluarganya, yayasan yang tumbuh sejak empat puluh tahun lalu. "Boleh aku tahu apa pekerjaanmu?" "Aku pelayan di sebuah kafe. Kami, aku dan sahabatku membuka kafe

