24

1831 คำ

Karen menatap megahnya Istana Putih yang memancarkan auranya sendiri di antara istana lainnya. Ada senyum kecil di wajah sendunya. Karen menghela napas, memikirkan segala kemungkinan buruk itu membuat kepalanya sakit. Dia terdiam, melipat kedua tangannya di depan d**a dan kembali menatap Istana Putih yang belum tersentuh semenjak kematian Permaisuri Nayyira itu dalam-dalam. Hana pergi ke kamarnya karena gadis itu mengeluh sakit di dadanya. Dia meninggalkan Karen yang memilih berkeliling istana dibanding dia harus duduk di kamar dan membuat kepalanya semakin sakit. Nisaka pergi untuk memasak makan siang bagi para selir dan di sinilah Karen berakhir. Menatap pemandangan yang seharusnya tidak dia lakukan karena kenangan itu berasal dari keluarganya sendiri. "Ikut aku." Karen tersentak dari

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม