Goumin menatap wanita cantik di hadapannya dengan tatapan penuh minat. Ditelitinya wajah itu dengan intens. Tidak pernah bosan rasanya melihat wajah istri tercintanya. Tubuh mungil nan terlihat rapuh itu selalu membuatnya ingin melindungi meski ia tahu bahwa Aurora bukan lah sosok wanita yang lemah. Tidak disangka, wanita mungil di hadapannya sekarang tengah mengandung darah dagingnya, malaikat kecilnya. Sungguh tidak sabar rasanya menunggu kelahiran anak kembarnya. Ia ingin menggendong, merawat, dan merawat mereka dengan baik. Goumin pindah dari posisinya. Duduk di samping Aurora dan merangkul wanita cantik yang masih saja sibuk membaca tanpa mempedulikan dirinya. Mencoba mendusel manja untuk menarik perhatian wanita itu, akan tetapi usahanya sia-sia saja. Istrinya terlalu larut dala

