Malam harinya Aurora tidak ikut makan bersama karena tidak ingin bertemu Jason untuk sementara. Takutnya pria itu kembali membahas tentang lamaran. Cukup, kepalanya masih pusing memikirkan pernyataan pria itu. Namun, suara sang ibu yang memanggilnya di depan kamar membuatnya mau tak mau beranjak ke pintu. Dibukanya pintu tersebut dan langsung bertatapan dengan sang ibu. “Ibu membawakanmu makanan, nak.” Aurora tersenyum kecil. Berlari kecil ke belakang sang ibu dan mendorong kursi roda yang diduduki ibu ke dalam kamar. Tak lupa menutup pintu kamarnya dengan kaki. “Kenapa ibu tidak beristirahat saja? Rara sudah besar bu. Tidak perlu diambilkan makanan lagi.” Mendengar nada merajuk Aurora, wanita paruh baya itu terkekeh seraya mengelus puncak kepala putrinya yang telah tumbuh besar. “Ba

