"Inge, kamu boleh pulang." "Oke, kak Olin." Inge membereskan meja terakhir sebelum dia selesai bekerja. Hari ini dia telat satu jam karena para sahabatnya terus mengajak bersenang-seneng. Inge memang punya boss yang baik, tapi dia tidak enak jika bolos terus sehingga dia mengganti jam telatnya sekarang. Memakai jaketnya, berjalan pulang melewati trotoar, ditemani keadaan Jakarta yang tidak pernah sepi, Inge sedikit menggumamkan sebuah lagu yang akhir-akhir ini sering diputar di resto tempat dia bekerja. Langkahnya terhenti saat seseorang yang Inge kenali tengah berdiri menatap kaca besar sebuah toko alat musik. "Xel, lo ngapain?" Inge bertanya to the point kepada Xeliv. Dikirnya pemuda itu akan terkejut, tapi Xeliv berbalik badan dengan santai dan menunjukkan ekspresi datarnya. Inge pe

