Pertanyaan macam apa itu? Sesaat aku terdiam. Pandanganku mengarah pada Mas Aris yang juga terlihat terkejut. Pada saat yang sama dia juga melihat ke arahku. "Maaf, Bu. Rena belum memikirkan untuk kembali berumah tangga. Masih ingin sendiri." Aku menjawab tanpa mengalihkan pandanganku dari Mas Aris. Ada rasa kecewa terlihat dari raut wajah itu. "Pasti, masih sangat kecewa ya?!" Sebuah pertanyaan dan juga pernyataan dari Ibu, kembali diucapkan. "Rena, sudah Ikhlas. Rena hanya masih ingin sendiri, membuka lembaran." Aku menjawab. "Oh, ya. Maaf Rena banyak pekerjaan tidak bisa berlama - lama. Nggak apa - apa kan Rena pamit." Aku bicara cukup hati - hati. Ibu sudah tak seperti dulu, perasaannya sangat sensitif sekarang. "Iya, nggak apa - apa, pasti sangat sibuk. Bundamu bilang, restoran

