NUM 16 Indah POV

2203 คำ

Aku masih belum patah semangat, ingin mencobanya kembali. "Mas, nggak bisa. Kan sudah mas bilang dari dulu," ucap Mas Aris. "Kenapa? Mas Aris bisa sama Rena, Mas sengaja kan?" Mas Aris menggaruk kepalanya. "Besok kita ke Dokter!" "Hah." Mas Aris terlihat kaget. "Kenapa?" Tanyaku. "Malu," jawab Mas Aris. "Salah sendiri, besok harus dokter," paksaku. Aku tak peduli, aku tak boleh kalah dari Rena. Mas Aris harus sembuh. Tapi bagaimana bisa begitu? entahlah, aku sudah terlanjur kesal. "Mas, mau lembur dulu ya. Ini Mas bantu simpan ya?" Mas Aris beranjak dari tempat tidur, menyahut map di atas nakas. Aku hanya melirik tanpa menjawabnya. Hatiku kesal, sangat kesal sekali. Pria itu keluar dari kamar. Aku menghentakkan kaki ke lantai gemas. Aku hempaskan tubuhku ke kasur, mencoba m

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม