"Sarapan di luar aja," ucap Mas Aris sambil beranjak meninggalkan meja makan, "Sekalian berangkat." Mas Aris melanjutkan dan aku mengangguk pelan meski dia tidak melihatnya. Mas Aris berjalan menuju kamar depan sepertinya untuk mengambil laptop dan tas kerjanya. Aku masuk ke dalam kamar utama, mengambil tas dan kemudian memasukkan barangku ke dalamnya. Sejenak berdiri di depan kaca merapikan sedikit riasan simpelku dan juga baju yang aku kenakan. "Bund, Rena berangkat dulu. Bu, Rena berangkat " pamitku pada Bunda, kemudian Ibu. Pintu kamar mandi masih tertutup, Indah masih belum keluar dari dalam kamar mandi sedari tadi. Mas Aris keluar dari kamar depan dengan tas kerja di tangan kirinya. Suamiku itu ikut berpamitan meski disambut dingin oleh Bunda. Aku dan Mas Aris berjalan bersisian

