"Besok?" Mas Aris terlihat kaget mendengar jawaban dari Ibu. Sengaja kami sampai larut menunggu Mas Aris. Sekalian mengemasi barang-barang yang akan kami bawa. "Iya besok." Ibu kembali menegaskan. "Tapi, Bu. Kerjaan Aris? Dan lagi keadaan kantor sedang genting. Siapa nanti yang akan mengurus." Mas Aris beralasan. "Bukankah kamu ingin lepas dari Indah? Ya sekarang ini saatnya," ucap Ibu dengan suara sedikit keras. Mas Aris terdiam untuk sesaat, bisa aku lihat dia tak sepakat dengan keputusan ini. Ada terlihat rasa kecewa atau apalah namanya. Yang jelas dia tidak suka dengan keputusan ini. "Bu, Indah sedang berduka, kantor sedang genting, mana bisa Aris pergi begitu saja," ucap Mas Aris mengatasnamakan kantor sebagai alasan. Dan juga karena perempuan itu … oh jadi itu salah satu alasa

