"Ide apa?" tanya Mas Aris bangun dari tidurnya dan bersandar di punggung ranjang. "Tapi licik, ta … tapi … kita ntar akan bayar kok," ucapku. "Gimana?" Mas Aris terlihat bingung dengan kalimatku yang berbelit. "Begini, Rena akan buat surat pernyataan, yang isinya tentang keringanan hutang, nanti kita cari tau, gimana supaya Indah tandatangani surat itu." Aku mulai menjelaskan ke Mas Aris, termasuk peran Ibu di sini, dan juga Mas Aris harus baik pada gadis itu. "Mas, paham kan?" Mas Aris mengangguk. "Tapi sebelumnya, buat Indah mau menyerahkan surat pernyataan utang Mas, yang asli. Itu tugas Mas," jelasku. Sejenak Mas Aris terdiam, terlihat sedang memikirkan sesuatu. "Jadi suaminya Indah beneran?" "Iya, ya itu caranya buat ambil surat itu dari dia, tanyakan juga apa ada salinannya

