Yakin. Jason yakin, ia baru saja merenggangkan urat-uratnya karena lelah kuliah. Yakin. Jason yakin, ia berlomba-lomba dengan senja agar terlebih dahulu sampai sebelum matahari pulang. Yakin. Jason yakin, ada yang tidak beres ketika ia baru saja menghentikan motor ninjanya di depan kontrakan. Karena pintu jelek itu terbuka lebar, bahkan ketika Jason berlari masuk, keadaan rumah kecil ini begitu tak enak dipandang. Sangat-sangat berantakan. "Mama?!!!" Jason langsung mencari mamanya, karena sekarang ia berpikiran yang tidak-tidak. Ines disana, dikamarnya. Wanita itu tersenyum dipaksakan dan Jason bagai diterpa badai ketika melihat wajah mamanya lebam disekitar mata kanan. "Siapa yang ngelakuin ini, Ma?!" Jason duduk dipinggir tempat tidur, mengecek keadaan lebam Ines dengan kedua ta

