Sepeninggalan Menik, Kelana lalu memperbaiki selimut suaminya, karena Adnan merasa mengantuk dan ia harus beristirahat, ini pasti karena reaksi obat yang ia minum membuat tubuhnya kuat tapi dengan kantuk yang luar biasa. Kelana membantu suaminya untuk berbaring, tak lama kemudian Adnan langsung menarik Kelana dan memeluknya. Kelana membulatkan mata, lalu melepas pelukan Adnan buru-buru. Adnan pasti kecewa dengan sikapnya barusan. “Bukan maksud Lana menolak, Bang, Abang kan harus tidur,” kata Kelana mengusap hijabnya dan memperbaikinya. “Abang gak boleh sakit lagi, dan abang butuh waktu istirahat,” tambahnya meskipun itu sudah mengecewakan suaminya. Wajah Adnan terlihat sangat jelas kecewa, alih-alih memberikan pelukan ketenangan untuk suaminya, Kelana malah buru-buru melepasnya seolah ta

