Kelana melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, setelah mendapatkan panggilan makan malam oleh mbaknya, Kelana duduk dikursinya dan melihat mbak dan abangnya sudah siap makan malam. Kelana tersenyum mengelus rambut Reina yang juga sudah duduk dikursinya. Kelana tersenyum dan membantu Reina untuk memisahkan daging ayamnya agar lebih mudah digigit dan dikunyah. “Dek, ayo makan,” ajak Fauziah. Kelana mengangguk. “Dek, besok pekan, ‘kan?” tanya Malik. “Iya, Bang.” “Kamu pasti libur.” “Iya, Bang. Pasti. Ada apa?” “Kita ke Depok ya, kita jengukin Ummi dan Pak Kiai, sekalian ziarah ke makam Gus Adnan.” “Baru aja Lana mau izin sama Abang dan Mbak, kalau besok Lana mau ke pondok.” Fauziah dan Malik bertukar pandangan. “Ya udah. Kita bareng aja perginya, sekalian akhir pekan di sana," s

