Kelana 87

2008 คำ

"Lo nggak bisa ajakin Kelana ke sini?" tanya Panji keluar dari kamarnya. "Ngapain coba gue ajakin dia kemari?" "Ya jalan-jalan, kan lo yang ajakin ceritanya." "Gak ah, entar Bang Malik marah sama gue, ngajakin Kelana di rumah cowok. Gak ah. Kali ini gue gak bisa bantu," geleng Iza membuat Panji mendesah napas halus. "Lagian gue kan udah bilang sama lo, bisa gak sih Lo sabar, tunggu masa iddahnya selesai, setelah itu lo baru bisa deketin dia." "Soalnya kalau 4 bulan, lama banget," keluh Panji. "Yang sabar dong, Kelana itu kan baru ditinggal suaminya, ya siapatahu saja setelah melalui masa iddahnya, Kelana udah move on dari Bang Adnan. Kan gitu, lo kalau mau buru-buru gini takutnya malah buat Kelana takut sama lo," sambung Iza mengunyah cemilannya. Panji mendesah napas halus. Ia merebu

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม